sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Tren Meningkat, Kemenpar Tempatkan Wellness Tourism dalam Program Prioritas
Tren Meningkat, Kemenpar Tempatkan Wellness Tourism dalam Program Prioritas
Tren Meningkat, Kemenpar Tempatkan Wellness Tourism dalam Program Prioritas
Tren Meningkat, Kemenpar Tempatkan Wellness Tourism dalam Program Prioritas
Ecotainment editorNiko Prayoga
01/11/2026 10:21 WIB

IDXChannel—Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus serta program prioritas pariwisata berkualitas. Karena tren wellness tourism yang meningkat, Indonesia berpotensi menjadi daya tarik.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa tren wellness tourism tengah meningkat dalam kurun waktu dua tahun terakhir, terlihat dari data Global Wellness Institute: pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai USD893,9 miliar pada 2024.

“Ini angka lama karena yang tahun ini belum keluar, baru akhir November ini akan dikeluarkan untuk angka 2025. Nah, angka 2024 tadi menunjukkan peningkatan 13,8 persen dari tahun sebelumnya, sehingga trennya meningkat,” kata Widiyanti dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata.

Sementara di kawasan Asia Pasifik sendiri, perjalanan wellness tourism tercatat 562,7 juta perjalanan dengan pengeluaran mencapai USD215 miliar.

Tren tersebut menjadi satu peluang bagi Indonesia dengan banyaknya potensi dalam wellness tourism, di mana banyak sekali praktik kebugaran berbasis kearifan lokal dan budaya yang menjadi pembeda tersendiri di pasar internasional.

Seperti jamu, rempah, perawatan tradisional dan lain sebagainya. Guna menangkap peluang tersebut, Kemenpar sendiri menetapkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas.

“Menjawab peluang tersebut, Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas,” tambah dia.

Hal itu diimplementasikan bukan hanya dalam gelaran event, tetapi juga lewat pengembangan Wellness Journey Across the Java Wonders dengan 10 jalur dan tema perjalanan yang mengangkat potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa.

“Dan saat ini kami sedang menyusun direktori untuk wisata wellness Indonesia. Pemetaan ini sedang kita buat untuk memberikan informasi kepada masyarakat di dalam negeri dan di luar negeri, apa saja produk-produk, destinasi, layanan, dan pelaku industri wellness yang ada di Indonesia,”beber Widiyanti.

Selain itu, Kemenpar melalui Wonderful Indonesia Scale Up Hub juga telah memberikan pendampingan bisnis kepada penyedia paket wisata gastronomi dan wellness untuk meningkatkan usaha dan produksi pasar.

Tak sampai di situ, dari segi investasi, ia mengungkapkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus Sanur (KEK Sanur) yang fokus pada sektor kesehatan dan pariwisata serta Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali (KEK Kura-Kura Bali) dengan fokus pada spiritualitas dan harmoni menawarkan pengembangan fasilitas serta layanan.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menuturkan bahwa Kemenpar terus mendorong berbagai destinasi yang sudah siap dikembangkan untuk menjadi wellness tourism di berbagai daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur yang sudah siap secara industri maupun destinasi.

“Ketika kita menjual, ketika ini adalah wellness tourism, kita tidak hanya akan bertumpu pada satu titik saja, tapi juga ada destinasi seperti Jogja tadi yang mengangkat desa-desa wisatanya. Nah, mungkin daerah-daerah lain ini yang perlu kita gali. Di Jawa Barat punya hot spring yang cukup bagus, di Jawa Tengah di Guci punya hot spring juga yang cukup bagus, ini juga bisa didorong antara alam, nature, dan culture, culture-nya ada,” tutur Rizki.

Ia menegaskan pihaknya bakal terus mendorong untuk melakukan inventarisasi terhadap berbagai industri serta destinasi yang bisa didukung untuk menjadi wellness tourism. 

“Nah, ini juga Ibu Menteri udah minta kepada kami untuk terus mendorong menginventarisasi pertama kalinya ini mana saja industri yang bisa kita ajak dan kemudian destinasi seperti apa yang bisa didorong ke arah wellness. Itu kaitannya dengan destinasi,” pungkas dia.


(Nadya Kurnia)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :