sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Utang Warga Indonesia ke Pindar Tembus Rp102 Triliun pada April 2026
Utang Warga Indonesia ke Pindar Tembus Rp102 Triliun pada April 2026
Utang Warga Indonesia ke Pindar Tembus Rp102 Triliun pada April 2026
Utang Warga Indonesia ke Pindar Tembus Rp102 Triliun pada April 2026
Banking editorKunthi Fahmar Sandy
06/06/2026 07:34 WIB

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang masyarakat Indonesia pada pinjaman daring (pindar) mencapai Rp102,07 triliun per April 2026.

Angka ini tumbuh 26,11 persen yoy dibandingkan Maret 2026 yang tumbuh 26,25 persen yoy, dengan nominal sebesar Rp102,07 triliun. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan sedangkan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) tercatat di posisi 4,62 persen, sedangkan pada posisi Maret 2026 sebesar 4,52 persen.

Di samping itu,  OJK juga mencatat piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 2,08 persen yoy pada April 2026 menjadi Rp514,65 triliun, didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 10,64 persen yoy.

"Profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,89 persen dan NPF net sebesar 0,78 persen," katanya Sabtu (6/6/2026). 

Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,14 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Sementara itu, Berdasarkan informasi pada SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 56,92 persen yoy, atau menjadi Rp12,93 triliun dengan NPF gross sebesar 2,99 persen.

"Pembiayaan modal ventura pada April 2026 terkontraksi sebesar 0,87 persen yoy dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,35 triliun," ujarnya.

Pada industri pegadaian, penyaluran pembiayaan pada April 2026 tumbuh sebesar 56,80 persen yoy menjadi Rp157,20 triliun, dengan pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp132,29 triliun atau 84,15 persen dari total pembiayaan," ujar dia.

(kunthi fahmar sandy)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :