AALI
9950
ABBA
292
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
198
ACST-R
0
ADES
3680
ADHI
840
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2270
AGAR
364
AGII
1465
AGRO
1480
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
71
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
805
AKSI
740
ALDO
1385
ALKA
358
ALMI
300
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.42
-0.45%
-2.32
IHSG
6655.83
-0.56%
-37.57
LQ45
948.42
-0.48%
-4.53
HSI
24240.11
-0.59%
-143.21
N225
28362.45
0.85%
+238.17
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Erick Thohir: Pertumbuhan Perbankan Syariah Lebih Baik dari Bank Konvensional

SYARIAH
Suparjo Ramalan
Jum'at, 12 Februari 2021 14:33 WIB
Pemerintah akan mengambil langkah keberpihakan untuk mendorong kinerja ekonomi dan bank syariah.
Erick Thohir: Pertumbuhan Perbankan Syariah Lebih Baik dari Bank Konvensional (FOTO:MNC Media)
Erick Thohir: Pertumbuhan Perbankan Syariah Lebih Baik dari Bank Konvensional (FOTO:MNC Media)
 
 
IDXChannel - Pemerintah mencatat pandemi Covid-19 menjadi momentum penting bagi sektor industri untuk berbenah diri. Dengan begitu, pasca pandemi semua lini bisnis diyakini akan kembali bergeliat.  
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menilai sektor industri di dalam negeri akan menjadi bisnis raksasa. Kondisi yang membuat hampir seluruh lini usaha menjadi lesu akan bangkit dari tekanan usai pandemi.  
 
"Sekarang dengan Covid-19 dan pasca Covid nanti, justru ini menjadi kesempatan kita menjadi raksasa yang tadinya tertidur, sekarang terbangunkan. Bukan hanya ekonomi syariah saja, tapi juga di industri lainnya," ujar Erick di Jakarta, Jumat (12/2/2021).  
 
Keyakinan itu didasari pada penilaian bahwa Indonesia merupakan pasar potensial. Potensi itu menurutnya, harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Tanah Air. 
 
Sementara pemerintah akan mendorong upaya pemulihan dari berbagai program stimulus ekonomi dan kesehatan.  
 
Khusus untuk ekonomi syariah, kata Erick, fundamentalnya sangat kokoh. Bahkan melebihi ekonomi konvensional. 
 
Secara pertumbuhan, persentase pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia rata-rata di angka 17-18 persen, sementara bank konvensional berada di level 11 persen.  
 
"Ini yang coba kita lihat, momentum ini, kita kekuatannya sebagai bangsa ini marketnya. Dan kalau kita lihat fundamentalnya tidak jelek, bank syariah itu pertumbuhannya lebih baik dari bank konvensional. Kalau tidak salah angkanya itu 17-18 persen. Sedangkan bank konvensional 11 persen," beber dia.  
 
Pemerintah akan mengambil langkah keberpihakan untuk mendorong kinerja ekonomi dan bank syariah di Indonesia dengan menjadikan sistem ekonomi yang inklusif atau terbuka. 
 
"Potensinya ada, tapi keberpihakan harus mulai kita lakukan. Keberpihakan bukan berarti kita menjadi tertutup, kita mau juga ekonomi syariah ini menjadi ekonomi yang inklusif, yang disampaikan bapak Presiden (Jokowi), apakah mengenai financial syariahnya yang inklusif. Nah, pasarnya momentum yang sangat luar biasa," kata dia. (Sandy)
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD