IDXChannel—Anthropic meluncurkan model terbaru, Claude Opus 5.5, pada Selasa (22/09/2026). Model ini diklaim mampu memberikan performa yang sebanding dengan model kelas atas sebelumnya, Fable 5.1, tetapi dengan biaya operasional yang lebih rendah.
Perusahaan teknologi pengelola platform artificial intelligence ini menyatakan Frontier Design dan METR, kelompok riset keamanan AI independen, telah melakukan pengujian eksternal pada Claude Opus 5.5 sebelum diluncurkan.
Model ini juga dilengkapi sistem perlindungan yang sebelumnya hanya tersedia pada sistem AI mereka yang paling canggih.
Claude Opus 5.5 diluncurkan agar dapat membantu pekerjaan yang kompleks, seperti pemrograman, analisis data, dan pekerjaan profesional. Dari sisi kemampuan teknis, Anthropic mencatat model ini memiliki hasil lebih tinggi dibandingkan dengan GPT-5.6 Sol milik OpenAI dalam salah satu tolok ukur pengembangan perangkat lunak.
Anthropic turut menyampaikan bahwa Claude Opus 5.5 mencatatkan hasil lebih baik dalam pengujian keamanan internal. Dalam evaluasi khusus, model ini sekitar 85 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mencoba melewati batas pengamanan dibandingkan dengan Opus 5 atau Mythos 5.1.
Mengutip Reuters (28/9/2026), peluncuran Claude Opus 5.5 berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko pengembangan teknologi AI.
CEO Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya menyerukan agar komunitas AI global memperlambat peluncuran kemampuan baru untuk mengatasi kekhawatiran terkait keselamatan teknologi tersebut.
Anthropic juga berencana meluncurkan Claude Sonnet 5.5 dan Claude Haiku 5.5 dalam waktu yang akan datang. Kedua model tersebut dijanjikan membawa sejumlah peningkatan dalam performa, kecepatan, dan keamanan.
Anthropic juga melakukan peningkatan teknologi, efisiensi biaya, dan penguatan sistem keamanan di tengah meluasnya pemanfaatan AI dalam berbagai bidang.
Selain pengembangan model, Anthropic juga memperluas program akses bagi peneliti keamanan siber dan ilmu hayati yang telah melalui proses verifikasi. Langkah ini memungkinkan para peneliti memanfaatkan kemampuan AI untuk mendukung kegiatan penelitian mereka.
(Birru Aisyah)