sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ByteDance, Alibaba, Tencent Pesan 3 Juta Chip Nvidia Senilai Rp630 Triliun

Technology editor Wahyu Dwi Anggoro
21/10/2026 09:45 WIB
ByteDance, Alibaba, dan Tencent memesan lebih dari tiga juta kartu grafis Nvidia RTX PRO 5500 dengan harga total lebih dari USD35 miliar (Rp630 triliun).
ByteDance, Alibaba, Tencent Pesan 3 Juta Chip Nvidia Senilai Rp630 Triliun. (Foto: AP)
ByteDance, Alibaba, Tencent Pesan 3 Juta Chip Nvidia Senilai Rp630 Triliun. (Foto: AP)

IDXChannel - ByteDance, Alibaba, dan Tencent memesan lebih dari tiga juta kartu grafis Nvidia RTX PRO 5500 dengan harga total lebih dari USD35 miliar (Rp630 triliun).

Dilansir dari Investing pada Rabu (21/10/2026), RTX PRO 5500 adalah chip yang dirancang untuk komputer profesional, bukan untuk pusat data kecerdasan buatan (AI).

Namun, RTX PRO 5500 termasuk di antara chip Nvidia paling canggih yang masih tersedia untuk pembeli China.

Chip B300 berbasis Blackwell milik Nvidia tidak diizinkan untuk dijual kepada pembeli China berdasarkan kontrol ekspor AS, sementara ekspor chip H200 berbasis Hopper ditinjau berdasarkan kasus per kasus dan tunduk pada persyaratan lisensi.

Menurut sejumlah sumber kepada Reuters, Nvidia tidak dapat menjamin dapat memenuhi pesanan tersebut karena permintaan dari perusahaan teknologi China jauh melebihi produksi yang direncanakan.

Satu sumber mengatakan Nvidia mungkin hanya bisa memenuhi lima persen hingga 10 persen dari jumlah yang diminta. Sumber lain mengatakan perusahaan tersebut mengindikasikan tidak dapat memproduksi lebih dari 3 juta kartu RTX PRO 5500 secara global pada 2027. 

Total pesanan dari pelanggan di China telah melebihi 6 juta, kata dua sumber tersebut.

RTX PRO 5500 kurang bertenaga dibandingkan H200 dan B300, yang dirancang untuk dihubungkan dalam jumlah besar untuk beban kerja pelatihan dan penerapan AI yang paling menuntut.

Perusahaan China berencana menggunakan RTX PRO 5500 tersebut terutama untuk inferensi AI, atau menjalankan model yang sudah dilatih untuk menghasilkan respons chatbot, kata para sumber. Inferensi umumnya membutuhkan daya komputasi yang lebih sedikit daripada melatih model (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement