sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Peristiwa Langka, Bagian Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan

Technology editor Wahyu Dwi Anggoro
05/08/2026 11:05 WIB
Bagian roket SpaceX diproyeksikan menabrak Bulan pada Rabu (5/8/2026).
Peristiwa Langka, Bagian Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan.
Peristiwa Langka, Bagian Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan.

IDXChannel - Bagian roket SpaceX diproyeksikan menabrak Bulan pada Rabu (5/8/2026), sebuah tabrakan yang tidak membahayakan Bumi tetapi akan membentuk kawah di Bulan.

Dilansir dari AFP, bagian atas roket Falcon 9 akan menabrak permukaan Bulan sekitar pukul 06.35 GMT atau 13.35 WIB.

"Mungkin saja orang-orang yang memiliki teleskop dapat mengamati gumpalan material yang terlempar akibat benturan," kata Peneliti Laboratorium Nasional Los Alamos, Benjamin Fernando.

Dengan asumsi semua bahan bakar telah habis, bagian roket tersebut diperkirakan memiliki berat sekitar 4.000 kilogram.

Bagian roket tersebut diperkirakan menghantam belahan utara Bulan di dekat Kawah Einstein, dengan kecepatan sekitar 8.690 kilometer per jam.

Roket Falcon 9 lepas landas dari Amerika Serikat (AS) pada Januari lalu, membawa dua wahana pendarat bulan. Bagian pendorong kembali ke Bumi, tetapi bagian atas tetap berada di luar angkasa.

"Tidak ada bahaya bagi Bumi," kata Juru Bicara Badan Antarikasa Nasional AS (NASA), Jimi Russell, dalam sebuah pernyataan.

Menurut Direktur Program Sains SpaceX, Juliana Scheiman, peluncuran tersebut telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Apa yang terjadi pada dasarnya adalah campuran aktivitas matahari dan gaya gravitasi yang telah menempatkannya pada jalur menuju Bulan," kata scheiman.

NASA berharap segera dapat membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan, sehingga sangat penting untuk lebih memahami puing-puing antariksa di orbit bulan.

Bulan secara rutin tertabrak puing-puing antariksa termasuk meteoroid. Tabrakan dengan campur tangan manusia sangat jarang terjadi.

Pada 1970-an, NASA melakukan tabrakan yang disengaja selama program Apollo untuk mengumpulkan data seismik. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement