BANKING

Bank Jago (ARTO) Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 42 Persen

Nia Deviyana 25/04/2026 00:21 WIB

Angka ini meningkat 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp60 miliar.

Bank Jago (ARTO) Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 42 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp86 miliar di Kuartal I-2026. Angka ini meningkat 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp60 miliar.

Lonjakan nasabah dan penyaluran kredit menjadi penopang pertumbuhan kinerja Bank Jago. Hingga akhir kuartal I-2026, perusahaan telah melayani 19,4 juta nasabah, termasuk 15,2 jutanasabah funding pengguna Aplikasi Jago. 

Total nasabah Bank Jago bertambah lebih dari 3 juta dibandingkan posisi akhir kuartal I-2025 yang sebanyak 16,3 juta nasabah.

Pertumbuhan jumlah nasabah funding berjalan seiring dengan peningkatan DPK sebesar 23 persen secara tahunan. Hingga Maret 2026, total DPK Bank Jago mencapai Rp26,4 triliun, meningkat dari Rp21,4 triliun pada Maret 2025.

Dari total DPK, porsi current account and savings account (CASA) sebesar 53 persen atau setara Rp13,9 triliun. Sisanya adalah deposito yang menyumbang sebesar 47 persen atau Rp12,5 triliun.

“Peningkatan DPK ini menunjukkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka. Kini Aplikasi Jago bukan sekadar tempat untuk menabung dan bertransaksi, tetapi sudah menjadi tempat untuk menumbuhkan keuangan nasabah secara lebih menyeluruh,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).

Kinerja Bank Jago, kata Arief, juga kuat di sisi penyaluran kredit yang bertumbuh mencapai 24 persen secara tahunan. Hingga akhir kuartal I-2026, total penyaluran kredit tercatat sebesar Rp25,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,3 triliun.

Pencapaian ini tidak lepas dari strategi kolaborasi dengan berbagai mitra (partner), termasuk ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.

Dengan situasi ekonomi yang dinamis, Bank Jago melakukan ekspansi kredit dengan tetap menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. 

Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,8 persen, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.

Pertumbuhan kredit yang solid turut mendorong total aset Bank Jago. Hingga akhir Maret 2026, aset Bank Jago tercatat mencapai Rp39,5 triliun, tumbuh 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,5 triliun.


Bank Jago menjaga permodalan tetap kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di level 29,9 persen. 

Hal ini diyakini memberikan cukup ruang untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sementara rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 95 persen.

“Di tengah dinamika ekonomi global dan dalam negeri, kami tetap berhati-hati untuk menjaga kinerja perusahaan tetap sehat sembari mencari peluang untuk tumbuh berkelanjutan,” tutur Arief.

(NIA DEVIYANA)

SHARE