IDXChannel - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp276 miliar, atau meroket 115 persen dari 2024 sebesar Rp129 miliar.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris menjelaskan, pencapaian impresif ini didorong oleh kombinasi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang positif.
Seiring dengan ekspansi basis nasabah, penghimpunan DPK tumbuh kuat sebesar 38 persen menjadi Rp25,9 triliun, naik dari posisi Rp18,8 triliun pada akhir 2024.
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” kata Arief dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Angka ini meningkat hampir 3 juta nasabah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.