Bank Woori Saudara (SDRA) Perkuat Pendapatan Non-Bunga di Tengah Suku Bunga Tinggi
Kenaikan suku bunga acuan ke level 5,75 persen mendorong industri perbankan mencari sumber pertumbuhan di luar pendapatan bunga.
IDXChannel – Kenaikan suku bunga acuan ke level 5,75 persen mendorong industri perbankan mencari sumber pertumbuhan di luar pendapatan bunga.
Di tengah biaya dana (cost of fund) yang masih tinggi dan tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM), peningkatan pendapatan non-bunga atau fee-based income menjadi salah satu strategi untuk menjaga profitabilitas.
Selain melakukan penyesuaian suku bunga kredit secara selektif, sejumlah bank mulai memperkuat lini bisnis berbasis komisi agar struktur pendapatan menjadi lebih beragam.
Langkah ini juga ditempuh oleh PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS.
Perseroan berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan operasional lainnya melalui berbagai layanan berbasis komisi, seperti jasa transaksi perbankan, layanan wealth management, hingga layanan digital.
Pada kuartal I-2026, BWS membukukan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp64,3 miliar.
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain komisi kredit, keuntungan transaksi valuta asing, jasa transfer, transaksi ekspor-impor, layanan pengiriman uang, serta jasa perbankan lainnya.
Namun, kontribusi pendapatan operasional lainnya terhadap pendapatan bunga masih sekitar 7,1 persen.
Porsi tersebut menunjukkan pendapatan bank masih didominasi oleh bisnis bunga, sementara ruang pertumbuhan fee-based income masih terbuka.
Seiring meningkatnya aktivitas transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital dinilai dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan pendapatan berbasis komisi. Selain itu, pengembangan bisnis wealth management juga dinilai berpotensi menambah sumber pendapatan non-bunga.
Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai kontribusi pendapatan non-bunga BWS yang masih berada di kisaran 7 persen dari pendapatan bunga menunjukkan peluang pertumbuhan yang masih cukup besar.
Menurut dia, dibandingkan sejumlah bank yang telah memiliki porsi fee-based income lebih tinggi, BWS masih memiliki ruang untuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi melalui penguatan layanan transaksi, wealth management, trade finance, maupun layanan digital.
"Peningkatan fee-based income menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas laba karena sumber pendapatan tersebut cenderung lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga dibandingkan pendapatan bunga," kata Aditya.
Peningkatan pendapatan non-bunga juga dinilai dapat membuat struktur pendapatan perseroan lebih seimbang sehingga ketergantungan terhadap pertumbuhan kredit sebagai sumber utama pendapatan dapat berkurang.
Ke depan, pengembangan layanan digital, perluasan transaksi perbankan, serta inovasi produk sesuai kebutuhan nasabah diperkirakan menjadi faktor yang dapat mendorong peningkatan fee-based income.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur pendapatan sekaligus menopang kinerja perseroan di tengah dinamika industri perbankan. (Aldo Fernando)