IDXChannel – Prospek sektor perbankan Indonesia diperkirakan menghadapi tantangan yang lebih berat ke depan.
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis dan Karen Chow memangkas proyeksi laba, target harga, sekaligus menurunkan rekomendasi sejumlah saham bank setelah menilai tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM) akan semakin besar.
Dalam riset bertajuk A Tougher Cycle for Margins and Multiples yang diterbitkan pada 3 Juli 2026, Sucor Sekuritas menilai era suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama telah mengubah prospek industri perbankan.
Imbal hasil instrumen bebas risiko yang tetap tinggi, dipimpin oleh Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), mendorong kenaikan biaya pendanaan bank, terutama untuk dana institusi dan deposito bernilai besar.
Di sisi lain, pelemahan rupiah dinilai meningkatkan risiko inflasi impor sekaligus membuka peluang kenaikan suku bunga kebijakan. Kondisi tersebut tidak hanya menekan daya beli masyarakat, tetapi juga berpotensi mengurangi kemampuan debitur dalam membayar pinjaman.