sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menghijau, Ditopang Saham-Saham AI

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/07/2026 06:10 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026), didorong reli saham teknologi dan semikonduktor.
Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026), didorong reli saham teknologi dan semikonduktor. (Foto: Dok. Reuters)
Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026), didorong reli saham teknologi dan semikonduktor. (Foto: Dok. Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026), didorong reli saham teknologi dan semikonduktor seiring optimisme investor terhadap prospek kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan menopang kinerja laba perusahaan pada kuartal II-2026.

Saham Broadcom melonjak 3,7 persen setelah perusahaan memperpanjang kerja sama dengan Apple hingga 2031 untuk mengembangkan dan memasok berbagai chip khusus. Indeks sektor teknologi informasi S&P 500 naik 1,3 persen, sementara Philadelphia SE Semiconductor Index menguat 2,2 persen setelah sempat melemah selama dua sesi berturut-turut.

"Jika investor tidak memiliki saham-saham teknologi tertentu, terutama semikonduktor, maka mereka pada dasarnya kehilangan hampir seluruh reli pasar. Namun, reli ini juga cukup rapuh karena masih ada risiko apabila The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," ujar Chief Executive Officer (CEO) Longbow Asset Management, Jake Dollarhide dikutip dari Reuters.

Di tengah tingginya minat investor terhadap saham AI, SK Hynix dijadwalkan melantai di Nasdaq pada pekan ini. Sebaliknya, saham Microsoft turun hampir 1 persen setelah perusahaan mengumumkan pemangkasan sekitar 4.800 karyawan atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya. 

"Pasar menilai Microsoft belum mampu menunjukkan imbal hasil yang jelas dari belanja modalnya sehingga keputusan melakukan PHK dipandang negatif," ujar Chairman Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement