Revisi tersebut mencerminkan kondisi likuiditas yang lebih ketat, permintaan kredit yang melambat, serta sikap perbankan yang lebih berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman.
Sucor juga menaikkan asumsi biaya kredit karena bank diperkirakan memperkuat pencadangan untuk mengantisipasi potensi memburuknya kualitas aset.
Menurut Sucor, valuasi saham bank memang terlihat murah jika dilihat dari rasio price-to-book (PB) maupun price-to-earnings (PE). Namun, patokan valuasi yang wajar kini dinilai telah bergeser lebih rendah.
Sebelumnya, kenaikan valuasi sektor perbankan didukung oleh suku bunga rendah, turunnya biaya modal, serta prospek pertumbuhan laba yang lebih jelas.
Kini kondisi tersebut telah berbalik, sehingga Sucor memangkas target harga saham perbankan dalam cakupannya rata-rata 26 persen.