IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menuntaskan penyederhanan (streamlining) pada 10 anak perusahaan, sejalan dengan amanat Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN. Selain itu, streamlining merupakan strategi perseroan memperkuat portofolio bisnis.
Streamlining adalah salah satu dari empat pilar strategi transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada upaya penataan portofolio usaha melalui optimalisasi anak usaha, harmonisasi tumpang tindih usaha, serta divestasi bisnis noninti. Melalui inisiatif streamlining, Telkom juga menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus realisasi belanja modal pada pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.
Telkom tak menyebut 10 anak usaha yang dipangkas. Namun, beberapa informasi yang beredar di antaranya divestasi AdMedika dan Telkomedika yang keduanya dijual kepada Fullerton Health. Di samping itu ada juga PT Citra Sari Makmur dan PT Omni Inovasi Indonesia.
Streamlining tersebut dilakukan melalui berbagai skema, seperti divestasi, merger, dan likuidasi. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan struktur grup yang lebih ramping, menajamkan peran setiap entitas, serta memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding.
Dalam struktur tersebut, Telkom sebagai HoldCo akan berfokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen bisnis. Sementara itu, aktivitas operasional dijalankan oleh OpCo yang secara terfokus dengan lebih spesifik, yaitu pada Segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.