Sucor memperkirakan biaya dana (cost of funds) masih akan meningkat sepanjang 2026-2027, sementara penyesuaian bunga kredit berlangsung lebih lambat.
Akibatnya, margin bunga bersih diperkirakan terus menyempit, terutama pada bank yang memiliki porsi dana murah (CASA) lebih rendah, ketergantungan tinggi terhadap deposito berjangka, serta portofolio kredit berbunga tetap yang besar.
Tekanan terhadap NIM menjadi alasan utama revisi proyeksi kinerja.
Sucor memangkas estimasi laba bank-bank besar dalam cakupannya sebesar 13 persen untuk 2026 dan 20 persen untuk 2027, dengan risiko penurunan yang dinilai semakin besar pada 2027 ketika repricing deposito telah berlangsung lebih penuh.
Sejalan dengan itu, proyeksi NIM juga diturunkan sebesar 21 basis poin untuk 2026 dan 38 basis poin pada 2027.
Sementara itu, proyeksi pertumbuhan kredit direvisi menjadi 5-7 persen pada 2026 dan 6-8 persen pada 2027, lebih rendah dibanding estimasi sebelumnya sebesar 8-10 persen.