BANKING

BI Perkuat Intervensi Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Outflow dan Tekanan Global

Tim IDXChannel 13/04/2026 15:55 WIB

Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BI Perkuat Intervensi Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Outflow dan Tekanan Global. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan terutama di tengah tekanan global akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara efektif sekaligus menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan valas di dalam negeri.

“Kami terus melanjutkan intervensi baik di pasar global melalui Non-Deliverable Forward (NDF) maupun di domestik melalui spot dan Surat Berharga Negara (SBN), agar pergerakan nilai tukar tetap sejalan dengan fundamental,” ujarnya dalam acara Central Banking Forum 2026, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dia menjelaskan, tekanan terhadap pasar keuangan domestik masih dipengaruhi oleh arus keluar modal asing yang dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik geopolitik.

“Outflow dari pasar domestik masih terjadi sehingga menimbulkan tekanan terhadap permintaan dolar AS, khususnya untuk kebutuhan korporasi seperti pembayaran impor dan kewajiban utang,” kata Erwin.

Dalam kondisi tersebut, kata dia, Bank Indonesia juga memastikan kebutuhan valuta asing bagi pelaku usaha tetap terpenuhi, terutama untuk kegiatan ekonomi riil, bukan untuk aktivitas spekulatif.

Selain intervensi di pasar valas, BI juga terus menjaga kecukupan likuiditas rupiah melalui berbagai instrumen moneter, termasuk operasi pasar terbuka, repo, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Erwin menambahkan, upaya ini dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan dan sektor perbankan memiliki ruang yang cukup dalam menyalurkan pembiayaan.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus memantau pergerakan pasar secara global dan domestik secara intensif, termasuk dinamika pasar NDF yang menjadi acuan awal pergerakan nilai tukar di pasar domestik.

Penulis: Nasywa Salsabila

(Dhera Arizona)

SHARE