BSI (BRIS) Buka Akses Pendidikan Bagi 5.250 Mahasiswa dan Pelajar
BRIS melalui program BSI Scholarship kembali membuka akses pendidikan bagi ribuan generasi muda Indonesia.
IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) melalui program BSI Scholarship kembali membuka akses pendidikan bagi ribuan generasi muda Indonesia.
Tahun ini, BSI menargetkan penyaluran beasiswa kepada 5.250 pelajar dan mahasiswa dari keluarga prasejahtera namun memiliki prestasi akademik dan potensi kepemimpinan yang kuat. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas tidak boleh hanya dinikmati mereka yang mampu secara ekonomi. Di tengah tantangan biaya pendidikan yang terus meningkat, BSI hadir memastikan anak-anak muda bertalenta tetap memiliki kesempatan menembus perguruan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Sejak diluncurkan pada 2021, BSI Scholarship telah berkembang menjadi salah satu program beasiswa berbasis zakat korporasi terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 10.162 penerima manfaat yang terdiri dari 7.962 mahasiswa dan 2.200 pelajar.
Sebanyak 1.500 awardee bahkan telah lulus dan kini berkiprah di berbagai perusahaan nasional maupun masih melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, BSI Scholarship bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul Indonesia. “Tidak boleh ada anak cerdas yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan biaya. BSI ingin memastikan talenta-talenta terbaik bangsa tetap bisa kuliah, berkembang, dan menjadi pemimpin masa depan. Inilah makna keberadaan bank syariah, bahwa pertumbuhan bisnis harus menghadirkan dampak nyata bagi umat,” ujar Anggoro Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, program ini juga menjadi pembeda utama industri perbankan syariah, di mana pertumbuhan laba perusahaan harus sejalan dengan kebermanfaatan sosial melalui optimalisasi zakat perusahaan.
“Semakin kuat kinerja BSI, semakin besar pula kontribusi yang bisa kami berikan kepada masyarakat. Karena itu, zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan umat yang mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tuturnya.
BSI Scholarship memiliki tujuh kategori program yang dirancang spesifik sesuai kebutuhan penerima manfaat, mulai dari kategori pelajar, unggulan, inspirasi, talenta, prestasi, afirmasi hingga Talenta KIP-K BSI. Untuk kategori pelajar, program ditujukan bagi siswa SMA/sederajat berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sementara kategori mahasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa aktif dari kampus mitra BSI yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik serta berasal dari keluarga duafa.
Tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan dan uang saku, BSI juga membekali para awardee dengan program pengembangan kapasitas yang komprehensif. Mulai dari leadership workshop, penguatan karakter, literasi ekonomi syariah, pelatihan sosial kemasyarakatan hingga program persiapan karir bagi mahasiswa tingkat akhir agar siap bersaing di dunia kerja.
BSI juga membuka peluang lebih luas melalui akses rekrutmen pegawai di berbagai bidang sesuai kompetensi awardee. Dengan pendekatan tersebut, BSI Scholarship diharapkan tidak hanya mencetak lulusan akademik, tetapi juga melahirkan SDM unggul yang tangguh, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan umat melalui pengelolaan zakat perusahaan. Sepanjang 2025, BSI tercatat sebagai salah satu penyalur zakat korporasi terbesar di Indonesia dengan total penyaluran mencapai Rp289 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional untuk penguatan ekonomi umat.
Penyaluran tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 12,5 ribu penerima manfaat di bidang pendidikan, 223 ribu penerima manfaat di bidang kemanusiaan, serta ribuan penerima manfaat lainnya di bidang ekonomi, kesehatan, dan dakwah.
Pada tahun ini, BSI Scholarship yang dikerjasamakan dengan BSI Maslahat kembali membuka kesempatan bagi 3.750 mahasiswa dan 1.500 pelajar di seluruh Indonesia.
(kunthi fahmar sandy)