BANKING

Citi Indonesia Raup Laba Bersih Rp994 Miliar Ditopang Pertumbuhan Kredit

Rohman Wibowo 20/08/2026 16:35 WIB

Capaian ini ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit yang berkelanjutan serta pertumbuhan signifikan pada penghimpunan DPK.

Citi Indonesia Raup Laba Bersih Rp994 Miliar Ditopang Pertumbuhan Kredit (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Citi Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp994 miliar pada semester pertama tahun 2026. 

Capaian ini ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit yang berkelanjutan serta pertumbuhan signifikan pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

"Hasil yang kami capai pada semester pertama tahun 2026 menegaskan ketangguhan dan daya saing franchise Citi Indonesia. Pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid, serta rasio NPL yang terjaga mendekati nol mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia," kata CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Meskipun laju profitabilitas mengalami moderasi akibat volatilitas pasar yang memengaruhi keuntungan penjualan aset keuangan, bank tetap mempertahankan efisiensi operasional secara berhati-hati. Hal ini tercermin dari Rasio Biaya terhadap Pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) yang terjaga di level 51,17 persen.

Kinerja penghimpunan dana perseroan menunjukkan tren penguatan, di mana DPK melesat 23,29 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp72,6 triliun. 
Kenaikan tersebut didorong oleh penempatan dana giro yang melonjak 36,54 persen menjadi Rp60,4 triliun, sehingga mengangkat rasio dana murah ke level 83,23 persen dari 75,16 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Di sektor intermediasi, Citi Indonesia mempertahankan momentum penyaluran kredit yang tumbuh 8,05 persen secara tahunan dan naik 11,05 persen dibandingkan posisi akhir 2025 hingga mencapai Rp29,9 triliun. 

Penyaluran pembiayaan ini dibarengi dengan kualitas aset yang prima, ditandai oleh rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang sangat rendah di angka 0,19 persen.

Ketahanan permodalan perseroan juga berada dalam posisi solid dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR/KPMM) sebesar 31,43 persen, atau jauh melampaui ketentuan minimum regulator serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 276,26 persen.

Batara menuturkan, Citi Indonesia terus berkomitmen mendampingi pertumbuhan nasabah melalui optimalisasi tiga pilar bisnis inti yang saling terhubung, yaitu Banking, Markets, dan Services, sembari mengantisipasi dinamika pasar dengan prinsip kehati-hatian.

Pada segmen Services, Citi Indonesia mencatatkan kinerja positif YoY pada kuartal II-2026 yang didorong oleh kenaikan saldo rata-rata sebesar 16 persen dan peningkatan transaksi kartu komersial hingga 254 persen. 

Pemanfaatan solusi digital seperti Simplified Trade Loan dan eLoan turut mendongkrak pertumbuhan aset pembiayaan modal kerja nasabah sebesar 36 persen, yang diperkuat integrasi konektivitas Host-to-Host (H2H) sebesar 2 persen dan Application Programming Interface (API) yang melonjak 50 persen.

(DESI ANGRIANI)

SHARE