BANKING

Dongkrak Kinerja, Bank Banten (BEKS) Perkuat Sinergi dan Dorong Transformasi Digital

Rahmat Fiansyah 06/08/2026 14:30 WIB

PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten (BEKS) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis pada 2026.

PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten (BEKS) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis pada 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten (BEKS) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis pada 2026. Memasuki usia satu dekade, perseroan fokus memperkuat transformasi bisnis, digitalisasi layanan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Komisaris Utama Independen Bank Banten, Hoiruddin Hasibuan mengatakan, transformasi yang dilakukan perseroan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan arah positif. Sejumlah aspek yang diperkuat meliputi tata kelola perusahaan, budaya manajemen risiko, pengawasan, digitalisasi, serta pengembangan bisnis yang lebih terukur.

"Perbaikan tata kelola perusahaan, pengembangan budaya manajemen risiko, peningkatan pengawasan, percepatan digitalisasi, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan bisnis yang terukur menjadi fokus utama dalam mendukung pertumbuhan Bank Banten," ujarnya.

Menurut dia, industri jasa keuangan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dengan meningkatnya persaingan dari sektor teknologi finansial dan ekosistem digital. Kondisi tersebut mendorong Bank Banten untuk terus berinovasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan nasabah.

Untuk mendongkrak kinerja, Bank Banten mengusung strategi "Melesat, Kuat, dan Hebat" melalui empat fokus utama, yakni penguatan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan, peningkatan service excellence dan operational excellence, penguatan sinergi serta kemitraan strategis, dan pengembangan human capital yang berintegritas, profesional, serta produktif.

Salah satu strategi utama perseroan adalah mempercepat transformasi digital melalui kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai bank induk dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB).

Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim, Wiweko Probojakti, menyampaikan kolaborasi tersebut akan memperkuat platform teknologi informasi Bank Banten melalui skema resource sharing dan efisiensi pembiayaan.

"Penguatan platform IT melalui resource sharing dan efisiensi pembiayaan menjadi inisiatif utama dalam kolaborasi ini. Digitalisasi produk dan layanan Bank Banten diharapkan dapat terus dioptimalkan melalui sinergi tersebut," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menegaskan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan daya saing perseroan.

"Digitalisasi adalah keniscayaan yang harus diwujudkan. Proses pengembangan layanan digital terus berlangsung baik secara internal maupun melalui kolaborasi dengan Bank Jatim," ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Banten mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp21,3 miliar. Capaian ini melejit dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp6 miliar.

Hingga Juni 2026, aset Bank Banten mencapai Rp10,4 triliun. Kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp5,9 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp6,8 triliun sejalan dengan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pemerintah daerah di Banten. Selain itu, kualitas aset Bank Banten terus membaik dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) kini berada di bawah 5 persen.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE