BANKING

Ekspansi Regional, KBank (BMAS) Targetkan Portofolio Pinjaman Tembus Rp40 Triliun di 2030

Desi Angriani 31/08/2026 20:35 WIB

Perseroan memanfaatkan jaringan lintas batas grup KBank di Thailand, China, Vietnam, dan sejumlah pasar utama lainnya.

Ekspansi Regional, KBank (BMAS) Targetkan Portofolio Pinjaman Tembus Rp40 Triliun di 2030 (Foto: dok BMAS)

IDXChannel - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk atau KBank Indonesia (BMAS) menargetkan portofolio pinjaman menembus lebih dari Rp40 triliun pada 2030.

Target tersebut seiring strategi ekspansi perseroan dengan memanfaatkan jaringan lintas batas grup KBank di Thailand, China, Vietnam, dan sejumlah pasar utama lainnya.

Direktur Utama KBank Indonesia, Kasemsri Charoensiddhi mengatakan strategi ini akan diarahkan untuk menghubungkan nasabah Indonesia dengan peluang perdagangan dan investasi di kawasan sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.

“Untuk mendorong KBank Indonesia guna mencapai target portofolio pinjaman lebih dari Rp40 triliun pada tahun 2030, strategi kami berfokus pada pemanfaatan jaringan lintas batas KBank yang luas di Thailand, China, Vietnam, dan pasar-pasar utama lainnya,” katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/8/2026).

Menurut Kasemsri, jaringan regional tersebut akan menjadi salah satu kekuatan KBank Indonesia dalam mendukung nasabah yang ingin melakukan ekspansi bisnis, perdagangan maupun investasi lintas negara.

“Melalui jaringan ini, kami siap menghubungkan nasabah kami dengan peluang dagang dan investasi regional, sehingga memberdayakan mereka untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pertumbuhan baru,” ujarnya.

Di sisi lain, penguatan fundamental KBank Indonesia turut tercermin dari peningkatan peringkat kredit yang diberikan Fitch Ratings Indonesia. Pada 17 Juli 2026, Fitch menaikkan peringkat KBank Indonesia menjadi AA+(idn) dengan prospek stabil, dari sebelumnya AA(idn).

Fitch mengaitkan kenaikan peringkat tersebut dengan semakin eratnya hubungan KBank Indonesia dengan induk usahanya, KASIKORNBANK PCL (KBank).

Dukungan induk usaha juga tercermin dari fasilitas pinjaman bilateral yang diperoleh KBank Indonesia dari KBank hingga USD341 juta atau sekitar Rp6 triliun.

Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan likuiditas jangka panjang sekaligus menunjang ekspansi penyaluran kredit kepada nasabah.

Selain mengandalkan dukungan dari induk usaha, KBank Indonesia sebelumnya juga berencana memperkuat struktur permodalan melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan berencana menerbitkan maksimal 2,9 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 15,88 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

(DESI ANGRIANI)

SHARE