BANKING

Pertumbuhan Kredit Capai 9,98 Persen hingga April 2026, NPL Naik Tipis dan LaR Turun

Iqbal Dwi Purnama 05/06/2026 18:26 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan hingga April 2026 mencapai Rp8,775 triliun, tumbuh 9,98 persen secara tahunan.

OJK melaporkan penyaluran kredit perbankan hingga April 2026 mencapai Rp8,775 triliun, tumbuh 9,98 persen secara tahunan. (Foto: dok. OJK)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan hingga April 2026 mencapai Rp8,775 triliun, tumbuh 9,98 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut mencerminkan kinerja intermediasi yang masih positif dan profil risiko yang terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pertumbuhan kredit tersebut meningkat dibandingkan hingga Maret lalu yang tumbuh sebesar 9,49 persen.

"Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga pada April 2026," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 19,48 persen. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,51 persen year-on-year. Sementara itu, kredit UMKM telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,16 persen year-on-year, di mana pada bulan Maret yang lalu tumbuh sebesar 0,12 persen year-on-year.

"Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 14,35 persen secara year-on-year," tambahnya.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL Gross sebesar 2,17 persen pada bulan April, sedikit naik dibandingkan Maret yang sebesar 2,14 persen dan NPL Net naik dari 0,83 persen menjadi 0,84 persen. Sementara itu, Loan at Risk (LaR) tercatat turun menjadi 8,82 persen di mana bulan Maret yang lalu sebesar 8,94 persen.

"Jadi secara umum, tingkat profitabilitas bank atau ROA sebesar 2,46 persen di mana Maret yang lalu menunjukkan angka 2,47 persen," lanjut Dian.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,39 persen. Pertumbuhan melambat dibandingkan periode Maret lalu yang tumbuh sebesar 13,55 secara year on year menjadi Rp10.007 triliun. Sementara untuk giro pada periode April tercatat tumbuh 16,99 persen, deposito tumbuh 8,65 persen, dan tabungan tumbuh 9 persen secara year-on-year.

"Setelah memperhitungkan pembagian dividen, indikator permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 23,97 persen, turun dari Maret yang lalu adalah sebesar 25,09 persen menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE