sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BRI (BBRI) Tegaskan Masih Punya Ruang Memadai untuk Dorong Pertumbuhan Kredit

Banking editor Rahmat Fiansyah
29/05/2026 13:15 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan resilien di tengah ketidakpastian ekonomi global.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan resilien di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Foto: Ist)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan resilien di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan resilien di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Hingga akhir kuartal I-2026, BRI mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip prudential banking dan manajemen risiko yang disiplin.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi mengungkapkan, dari sisi likuiditas, BRI mencatatkan rasio likuiditas yang tetap kuat dan berada jauh di atas ketentuan regulator. 

“Hingga akhir Maret 2026, Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI tercatat 86,7 persen yang menurut kami masih ideal dalam hal mengelola fungsi intermediary, tidak terlalu ketat namun juga cukup optimal untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Dari sisi struktur pendanaan, BRI terus menunjukkan perbaikan yang signifikan, khususnya dalam pengelolaan biaya dana dan komposisi dana murah. Cost of fund berbasis dana pihak ketiga berhasil ditekan dari 3,0 persen pada kuartal-I 2025 menjadi 2,3 persen pada kuartal-I 2026, atau turun sebesar 65 basis poin. 

Penurunan ini mencerminkan efektivitas strategi BRI dalam mengoptimalkan struktur funding, khususnya melalui peningkatan porsi dana murah. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan rasio CASA yang naik dari 65,8 persen di kuartal-I 2025 menjadi 68,1 persen di kuartal-I 2026. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement