Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat Jadi 9,37 Persen di Februari 2026
Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh 9,37 persen (year on year/yoy).
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh 9,37 persen (year on year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan perkembangan Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy).
Gubernur BI Perry Warjiyo merinci berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit Februari 2026 didukung kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 20,72 persen (yoy), 3,88 persen (yoy), dan 6,34 persen (yoy).
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran," ujarnya dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Dari sisi permintaan, BI mendorong pemanfaatan pembiayaan perbankan untuk dapat ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan di mana (undisbursed loan) tercatat masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.536,40 triliun atau 22,86 persen dari plafon kredit yang tersedia.
Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai, ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,40 persen dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 13,18 persen (yoy) pada Februari 2026.
Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan tetap baik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang masih longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.
"Dalam rangka mendorong penyaluran kredit perbankan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen nontraditional funding (non-DPK). Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK juga diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut," kata Perry.
(NIA DEVIYANA)