BANKING

Platform Digital Jadi Mesin Pertumbuhan BNI, Transaksi wondr dan BNIdirect Capai Rp7.000 Triliun

Anggie Ariesta 09/09/2026 15:52 WIB

BNI memacu pertumbuhan lewat inovasi digital dengan transaksi mencapai Rp7.000 triliun dari wondr dan BNIdirect.

Platform Digital Jadi Mesin Pertumbuhan BNI, Transaksi wondr dan BNIdirect Capai Rp7.000 Triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terus memacu akselerasi transformasi digital untuk memperkuat ekosistem bisnis dan menghadirkan solusi perbankan terintegrasi bagi nasabah ritel maupun korporasi. Penguatan platform digital ini terbukti efektif menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan dalam mendongkrak volume transaksi keuangan.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, pengembangan inovasi digital BNI dirancang untuk memberikan nilai tambah secara holistik sekaligus memperluas keterlibatan (engagement) dengan para nasabah.

“Kami terus mengembangkan inovasi digital bukan hanya untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah dan relevan, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem bisnis BNI,” ujar Paolo dalam Public Expose Live BNI, Rabu (9/9/2026).

Di segmen ritel, aplikasi wondr by BNI mencatatkan kinerja impresif hingga semester I-2026 dengan menggaet 15,1 juta pengguna. Aplikasi tersebut membukukan 1,1 miliar transaksi dengan total nilai mencapai Rp958 triliun.

“Pertumbuhan transaksi di wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan bahwa platform digital semakin menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah, baik individu maupun korporasi,” kata Paolo. 

Sementara pada segmen wholesale, platform BNIdirect hadir menopang kebutuhan perbankan korporasi dengan menghimpun 279,7 ribu pengguna. Platform ini memproses 789 juta transaksi dengan nilai fantastis menembus Rp6.039 triliun.

“Hal ini sekaligus membuka ruang bagi BNI untuk memperluas engagement dengan nasabah dan menghadirkan lebih banyak solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar dia. 

Kinerja positif BNI ini turut memperkuat kontribusi perseroan dalam mendukung arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

Kapabilitas digital BNI disokong oleh infrastruktur fisik dan jaringan yang solid, meliputi 13.386 ATM, lebih dari 229 ribu agen branchless banking, serta lebih dari 1,042 juta merchant dan QRIS per semester I-2026.

BNI juga mengembangkan ekosistem Open API yang telah terhubung dengan lebih dari 2.000 mitra melalui 283 layanan API.

Paolo menegaskan bahwa perseroan akan terus memfokuskan investasi pada efisiensi serta penggalian potensi pertumbuhan baru agar teknologi berperan aktif sebagai penggerak utama bisnis BNI.

“Ke depan, kami terus memastikan investasi dan inovasi digital memberikan dampak nyata terhadap bisnis, baik melalui peningkatan transaksi, efisiensi proses, maupun peluang cross-selling dan pengembangan ekosistem. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi enabler, tetapi menjadi bagian dari mesin pertumbuhan BNI,” kata Paolo. (Febrina Ratna Iskana) 

SHARE