IDXChannel – Persaingan bank jumbo semakin menarik pada paruh pertama 2026. Di antara keempat bank besar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat kombinasi pertumbuhan laba dan kualitas aset paling menonjol, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap unggul dari sisi dana murah.
Berdasarkan perbandingan kinerja semester I-2026 yang dirilis BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (3/9/2026), BMRI membukukan laba bersih Rp30,4 triliun dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 24,40 persen, tertinggi dibandingkan tiga bank jumbo lainnya.
Selain pertumbuhan laba yang kuat, BMRI juga mencatat non-performing loan (NPL) terendah sebesar 1,01 persen. Capaian tersebut menunjukkan kualitas aset BMRI menjadi yang paling solid dalam perbandingan tersebut.
Sementara itu, BBCA membukukan laba bersih Rp29,5 triliun. Meski pertumbuhan laba bersihnya hanya 1,80 persen, BBCA memiliki keunggulan pada struktur pendanaan dengan dana murah alias CASA mencapai 85,20 persen, tertinggi di antara bank yang dibandingkan.
Tingginya CASA menjadi salah satu kekuatan BBCA karena mencerminkan dominasi dana murah dalam struktur pendanaannya, sehingga memberikan keunggulan dalam menjaga biaya dana.