Standar Penyaluran Kredit pada Triwulan IV 2026 Diprakirakan Lebih Longgar
Survei Bank Indonesia (BI) memprakirakan standar penyaluran kredit pada triwulan IV 2026 lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya.
IDXChannel - Survei Bank Indonesia (BI) memprakirakan standar penyaluran kredit pada triwulan IV 2026 lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya, meski masih berada pada zona ketat. Hal ini tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan IV 2026 yang sebesar 0,15, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,28.
Penurunan ILS tersebut sejalan dengan prakiraan penyaluran kredit baru yang semakin meningkat pada triwulan IV 2026.
Berdasarkan jenis kredit, standar penyaluran kredit yang lebih longgar pada triwulan IV diprakirakan didorong oleh Kredit Modal Kerja dan KPR/KPA. Sementara itu berdasarkan aspek penyaluran kredit, pelonggaran standar penyaluran kredit terjadi khususnya pada aspek plafon kredit, jangka waktu kredit, suku bunga kredit, dan persyaratan administrasi.
Adapun Survei Perbankan BI juga menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan IV 2026 sebesar 91,31 persen.
Meningkatnya prakiraan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 sejalan dengan lebih longgarnya standar penyaluran kredit baru yang tecermin dari menurunnya Indeks Lending Kebijakan Kredit Standard (ILS). ILS pada triwulan III 2026 sebesar 0,28, dan diprakirakan kembali menurun pada triwulan IV 2026 sebesar 0,15.
Penurunan standar penyaluran kredit tersebut terjadi antara lain pada aspek plafon kredit, jangka waktu kredit, suku bunga kredit, dan persyaratan administrasi.
Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Hal ini didukung prospek kondisi ekonomi yang tetap positif serta risiko penyaluran kredit yang terjaga.
Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu Kredit Modal Kerja, diikuti Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.
Pada jenis Kredit Konsumsi, penyaluran Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti KPR/KPA, dan Kredit Kendaraan Bermotor.
Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan terbesar pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan.
Lebih lanjut, responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 tumbuh sebesar 8,20 persen (yoy). Prakiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan prakiraan responden pada periode survei sebelumnya sebesar 7,51 persen (yoy).
Meskipun demikian, prakiraan pertumbuhan outstanding kredit 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit 2025 sebesar 9,69 persen (yoy).
(NIA DEVIYANA)