Survei BI: Penghimpunan DPK hingga Triwulan IV Diprakirakan Tumbuh Melambat
Secara kumulatif (year to date/ytd) penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai dengan triwulan IV 2026 diprakirakan tetap tumbuh.
IDXChannel - Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan secara kumulatif (year to date/ytd) penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai dengan triwulan IV 2026 diprakirakan tetap tumbuh.
Hal tersebut terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 89,76 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (SBT 87,52 persen) meskipun masih lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 (SBT 93,97 persen).
Berdasarkan jenisnya, pada triwulan IV 2026, instrumen tabungan dan giro diprakirakan tumbuh lebih tinggi dengan nilai SBT masing-masing sebesar 90,29 persen dan 89,64 persen lebih tinggi dibandingkan SBT pada triwulan III 2026.
Sementara itu, instrumen deposito diprakirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan III 2026 dengan nilai SBT sebesar 28,74 persen.
Adapun Survei Perbankan BI juga menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan IV 2026 sebesar 91,31 persen.
Meningkatnya prakiraan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 sejalan dengan lebih longgarnya standar penyaluran kredit baru yang tecermin dari menurunnya Indeks Lending Kebijakan Kredit Standard (ILS). ILS pada triwulan III 2026 sebesar 0,28, dan diprakirakan kembali menurun pada triwulan IV 2026 sebesar 0,15.
Penurunan standar penyaluran kredit tersebut terjadi antara lain pada aspek plafon kredit, jangka waktu kredit, suku bunga kredit, dan persyaratan administrasi.
Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Hal ini didukung prospek kondisi ekonomi yang tetap positif serta risiko penyaluran kredit yang terjaga.
Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu Kredit Modal Kerja, diikuti Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.
Pada jenis Kredit Konsumsi, penyaluran Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti KPR/KPA, dan Kredit Kendaraan Bermotor.
Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan terbesar pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan.
Lebih lanjut, responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 tumbuh sebesar 8,20 persen (yoy). Prakiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan prakiraan responden pada periode survei sebelumnya sebesar 7,51 persen (yoy).
Meskipun demikian, prakiraan pertumbuhan outstanding kredit 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit 2025 sebesar 9,69 persen (yoy).
(NIA DEVIYANA)