ECONOMICS

Ada Ancaman Konflik Global, Prabowo Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Binti Mufarida 12/03/2026 06:42 WIB

Prabowo mendorong jajarannya untuk mempercepat swasembada pangan dan energi. Sebab, ketersediaan pangan dan energi sangat vital dalam keadaan krisis.

Ada Ancaman Konflik Global, Prabowo Percepat Swasembada Pangan dan Energi. (Foto: Badan Komunikasi Presiden)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyatakan situasi dunia tengah diliputi ketidakpastian, di antaranya akibat konflik geopolitik. Bahkan, ancaman krisis masih terus membayangi.

Namun menurut Prabowo, krisis justru menciptakan peluang. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, Kepala Negara optimistis Indonesia bisa semakin kuat dan melalui krisis yang melanda dunia ini.

"Krisis adalah ujian, batu loncatan, yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini.” kata Prabowo dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, dikutip Kamis (12/3/2026).

“Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," sambungnya.

Prabowo mendorong jajarannya untuk mempercepat swasembada pangan dan energi. Sebab, ketersediaan pangan dan energi sangat vital dalam keadaan krisis.

Di bidang pangan, Indonesia sudah berhasil mencapai swasembada beras. Prabowo ingin Indonesia juga segera swasembada jagung maupun bahan pangan lainnya.

"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini," ucapnya.

Pada bidang energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sawit dan singkong untuk bahan bakar pengganti BBM. Dengan begitu, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Saat ini Indonesia sudah tak lagi impor BBM jenis solar berkat pengembangan biodiesel dari kelapa sawit.

Potensi-potensi energi terbarukan, mulai dari panas bumi hingga surya, juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya," Prabowo menuturkan. 

Khusus untuk energi surya, Prabowo telah memerintahkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW).

"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE