Anak Usaha PTPN I Produksi 32 Juta Liter Bioetanol Sepanjang 2025
Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Energi Agro Nusantara (Enero) mencatat kinerja operasional yang impresif sepanjang tahun lalu.
IDXChannel - Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Energi Agro Nusantara (Enero) mencatat kinerja operasional yang impresif sepanjang tahun lalu. Anak usaha PTPN I tersebut memproduksi 32 juta liter bioetanol, menunjukkan kesiapan memasuki PTPN Group dalam transisi menuju energi hijau.
Angka ini mencatatkan expanded dua juta liter dari kapasitas terpasang pabrik yang hanya 30 juta liter. Selain melampuai target produksi, Enero juga berhasil memurnikan kadar etanol dalam produknya hingga 99,9 persen atau hampir sempurna untuk menguatkan kepercayaan, terutama produsen otomotif.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas mengapresiasi manajemen Enero. Dia menilai, peran Enero semakin penting dalam mendukung pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Di tengah urgensi global untuk menekan emisi karbon dan mempercepat transisi energi menuju keberlanjutan, kemandirian energi hijau kini menjadi agenda krusial bagi kedaulatan bangsa. PTPN I berkomitmen menjadi pionir dalam penyediaan bahan bakar nabati (BBN) melalui penguatan unit bisnis strategis di sektor biofuel. Enero adalah duta kami dengan memproduksi bioetanol kualitas tinggi,” kata Teddy melalui keterangan resmi dikutip Selasa (24/2/2026).
Teddy menegaskan, kinerja positif ini merupakan dukungan penuh PTPN Group terhadap implementasi program mandatori bioetanol yang dicanangkan pemerintah. Dengan produksi melampaui target dan kualitas melebihi ambang batas toleransi 99,2 persen, Enero memberi sinyal kuat untuk menerima tantangan dalam peningkatan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan nasional.
“Performa gemilang ini menumbuhkan optimisme kami, bahwa kinerja tahun 2026 ini akan lebih tinggi lagi. Bahkan, jika ada mandatory dari pemerintah, kami siap ekspansi ke kapasitas yang lebih besar lagi. Sebab, infrastruktur, teknis, dan operasional, PTPN I telah berada pada level kesiapan tertinggi untuk menjawab tantangan kemandirian energi masa depan,” kata Teddy.
Tahun 2025, kata dia, menjadi fase pembuktian dengan catatan produksi yang melampaui kapasitas terpasang. Memasuki tahun 2026, pihaknya berkomitmen menjaga momentum tersebut dengan target produksi minimal 30 juta liter. “Hingga saat ini, kontrak on hand kami telah mencapai 13,5 juta liter atau sekitar 50 persen dari target tahunan," ujar Teddy.
Direktur PT Enero, Puji Setiyawan menambahkan, keunggulan teknologi dan mitigasi operasional yang dijalankan seluruh personel telah sejalan dengan visi strategis induk perusahaan. Dia menjelaskan, kekuatan utama perusahaan terletak pada spesifikasi teknologi yang sangat baik.
"Keunggulan PT Enero adalah spesifikasi pabrik yang sejak awal didesain khusus untuk menghasilkan fuel grade (standar bahan bakar). Hal ini memungkinkan kami menyuplai kebutuhan campuran BBM nasional secara langsung tanpa perlu modifikasi fasilitas yang memakan waktu lama. Ini berbeda dengan mayoritas pabrik lain yang masih berbasis food grade," kata Puji.
Untuk menjamin stabilitas produksi menuju 2026, Enero telah memperkuat ketahanan internal melalui mitigasi pada lima pilar utama. Yakni, kepastian serapan konsumen, ketersediaan bahan baku tebu yang stabil, kelancaran distribusi pupuk organik cair hasil olahan limbah, serta stabilitas pasokan energi dari mitra strategis seperti PLN dan PGN.
"Kami juga menerapkan formulasi khusus untuk menjaga standar kualitas produksi di tengah fluktuasi spesifikasi bahan baku tetes tebu (molasses). Dengan fasilitas yang terus kami rawat secara prima, PT Enero optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan demi mendukung ketahanan energi nasional," ujar Puji.
(Rahmat Fiansyah)