Bank Sentral Dunia Bakal Lebih Hati-Hati Pangkas Suku Bunga di 2025
Bank sentral dunia diprediksi melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan mereka pada 2025.
IDXChannel - Bank sentral dunia diprediksi melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan mereka pada 2025. Namun, langkah tersebut bakal dilakukan secara lebih hati-hati.
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (6/1/2025), bank sentral dunia akan memantau kebijakan ekonomi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mereka juga mengkhawatirkan melonjaknya kembali inflasi.
Bloomberg Economics memproyeksikan agregat suku bunga bank sentral negara maju akan turun 72 basis poin pada 2025, penurunan yang lebih rendah dibandingkan 2024.
“Bagi bank sentral yang sedang menuju normalisasi kebijakan, langkah terakhir tidak akan mulus," kata Bloomberg Economics.
"Bloomberg Economics melihat suku bunga bank sentral negara maju rata-rata bergerak dari 3,6 persen pada akhir 2024 menjadi 2,9 persen pada akhir 2025," katanya.
Trump adalah sosok yang menghantui para pemimpin bank sentral dunia. Jika diberlakukan, lenaikan tarif perdagangan yang diancamnya dapat merugikan pertumbuhan ekonomi dan juga memicu lonjakan harga konsumen.
Di AS sendiri, Federal Reserve (The Fed) telah mengalihkan perhatiannya ke potensi kebangkitan kembali inflasi yang bangkit kembali. Bank sentral Eropa dan Inggris berencana terus menurunkan biaya pinjaman guna membantu pertumbuhan ekonomi, tetapi mengisyaratkan tidak akan melakukan pemangkasan secara tergesa-gesa.
Dari 23 bank sentral yang menjadi fokus Bloomberg Economics, hanya dua yang mungkin mengakhiri tahun dengan suku bunga yang lebih tinggi. Siklus kenaikan suku bunga Jepang kemungkinan akan terus berlanjut, sementara bank sentral Brasil bertekad untuk menahan inflasi yang masih merajalela di Negeri Samba. (Wahyu Dwi Anggoro)