ECONOMICS

Bertemu Putin di Rusia, Bahlil Tawarkan Sejumlah Proyek Energi Baru

Iqbal Dwi Purnama 04/09/2026 10:19 WIB

Bahlil membawa misi khusus saat bertemu Putin yaitu untuk menjaring investasi strategis dan memperkuat kerja sama ekonomi di sektor energi.

Bertemu Putin di Rusia, Bahlil Tawarkan Sejumlah Proyek Energi Baru. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam agenda Bilateral Working Lunch di Rusia  1-4 September 2026.

Melalui Lawatan ini, Bahlil membawa misi khusus untuk menjaring investasi strategis dan memperkuat kerja sama ekonomi di sektor energi. Fokus utamanya adalah menerjemahkan kesepakatan politik tingkat tinggi menjadi peluang bisnis yang konkret di sektor energi Indonesia.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan pertemuan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi proyek-proyek energi baru yang melibatkan teknologi dan modal dari Rusia untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia yang terus berkembang.

"Kehadiran Menteri ESDM memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara. Forum EEF ini menjadi ruang bagi Menteri ESDM untuk memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha Rusia mengenai peluang investasi di sektor energi Indonesia," ujar Anggia dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).

Presiden Prabowo Subianto dalam menyampaikan pidato kunci pada Sesi Pleno menyampaikan peluang investasi di kawasan Eurasia dan Asia-Pasifik, termasuk di dalamnya sektor ketahanan energi. Proyek-proyek yang disebutkan Presiden dan menjadi peluang investasi antara lain pembangunan kilang, terminal  penyimpanan, dan proyek-proyek di bidang energi.

"Saat ini kami memiliki banyak LNG. Jadi, di beberapa bagian, sebenarnya kami tidak secara langsung, katakanlah, membutuhkan gas Rusia. Tetapi untuk teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama, kami sangat terbuka," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya, Kamis (3/9/2026) di Rusia.

Presiden juga memaparkan Indonesia telah membuka setidaknya 138 blok eksplorasi energi. Secara terbuka Presiden mengajak perusahaan-perusahaan Rusia dengan teknologi yang dimiliki untuk menggarap potensi-potensi tersebut.

"Saya kira hari ini telah ditandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk kami dengan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia untuk melakukan investasi bersama dalam sebuah proyek, yaitu memproduksi pupuk berbasis gas di Rusia, tepatnya di wilayah Timur Jauh," tuturnya. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE