ECONOMICS

Bos Agrinas Ungkap Sudah Bayar DP 30 Persen untuk Impor Kendaraan dari India

Rohman Wibowo 25/02/2026 05:00 WIB

Adapun pada awal pekan ini, sekitar 1.000 unit sudah mendarat di Indonesia.

Bos Agrinas Ungkap Sudah Bayar DP 30 Persen untuk Impor Kendaraan dari India. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan sudah melakukan pembayaran uang muka sebesar 30 persen kendaraan operasional logistik Koperasi Merah Putih yang diimpor dari India

Adapun pada awal pekan ini, sekitar 1.000 unit sudah mendarat di Indonesia.

Joao mengungkap dana yang sudah dikeluarkan Agrinas demi kendaraan impor ini, setelah adanya desakan dari pimpinan DPR untuk menunda kelanjutan proyek pengadaan impor 105 ribu kendaraan pick up dan truk dari India ini. 

"Awalnya Mahindra hanya mampu mensuplai 2 ribu unit, kemudian kami melakukan lobi, melakukan diskusi yang cukup panjang. Sehingga mereka mau menutup lainnya hanya untuk memproduksi mobil sesuai dengan kebutuhan Agrinas. Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30 persen dan itu sudah kami lakukan," kata Joao saat ditemui di kantor Agrinas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Joao mengatakan bakal mempertimbangkan lebih lanjut desakan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, untuk menunda impor tersebut.  

Namun, dia menuturkan adanya konsekuensi, termasuk denda atau pinalti atas kontrak yang ditunda ataupun dibatalkan. Di samping itu, dia menekankan soal uang DP yang tidak sedikit jumlahnya, yakni sebesar Rp21,58 triliun.

"Kami melakukan pengadaan (impor kendaraan) dengan etika baik, kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan. Saya pikir kami harus optimistis dan saya yakin bahwa apa yang kami lakukan in good faith pasti, kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama, itu mungkin hanya perlu ada penjelasan dan akan menjadi solusi," kata Joao.

Meski begitu, Joao bakal sepenuhnya patuh pada perintah pemerintah pusat, termasuk DPR yang menjadi mitra kerja Agrinas. Entah itu keputusan ditunda untuk sementara waktu ataupun pembatalan proyek secara penuh. 

"Apapun keputusan negara, keputusan DPR itu adalah suara rakyat dan wakilnya rakyat. Saya sebagai Direktur Badan Usaha Milik Negara, saya akan taat, saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara apabila itu memang untuk kepentingan rakyat," katanya.

Ke depan, Joao mengatakan bakal berkomunikasi dengan Dasco untuk memaparkan apa yang menjadi pertimbangan Agrinas mengimpor kendaraan operasional Koperasi Merah Putih dari India.

Pada intinya, Joao menekankan soal sejumlah korporasi otomotif ternama telah dimintai kesanggupan produksi, tapi tidak ada satu pun yang menyanggupi pemenuhan produksi untuk ratusan ribu unit. Seturut itu, harga yang ditawarkan pula jauh lebih mahal dibandingkan alokasi anggaran Agrinas.

Adapun Dasco sebelumnya menyampaikan bahwa permintaan penundaan impor kendaraan ini tak terlepas dari keberadaan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Luar Negeri.

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).


(NIA DEVIYANA)

SHARE