IDXChannel - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengkritisi rencana PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengimpor 105.000 kendaraan dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pengadaan kendaraan dengan skema Completely Built Up (CBU) oleh BUMN tersebut dinilai perlu ditinjau ulang karena menyebabkan hilangnya potensi ekonomi di dalam negeri.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Anggawira mengatakan, nilai impor kendaraan CBU senilai Rp24 triliun bakal memiliki strategis terhadap struktur industri manufaktur nasional, terutama otomotif. Dengan mengimpor kendaraan CBU, maka sebagian besar nilai tambah akan terjadi di luar Indonesia.
"Keputusan mengenai impor atau produksi lokal bukan hanya persoalan kecepatan pengadaan, tetapi juga menyangkut arah pembentukan kapasitas industri nasional dalam jangka panjang," kata Anggawira dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/2/2026).
Menurut Anggawira, skema perakitan lokal melalui mekanisme Completely Knocked Down (CKD) atau pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri dapat mengalihkan nilai tersebut ke ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok industri komponen, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja terampil.
Dia menekankan jika tingkat kandungan lokal sebesar 40–60 persen, maka belanja pemerintah dalam program ini berpotensi menjadi pengungkit aktivitas produksi domestik. Ini sekaligus memberikan efek pengganda terhadap sektor industri pendukung seperti baja, sistem kelistrikan, ban, kaca, logistik, hingga jasa perawatan kendaraan.