IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) secara terbuka melakukan studi banding dan bertukar pikiran dengan delegasi National Bureau of Statistics (NBS) China guna memutakhirkan strategi operasional di Indonesia.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, hal tersebut untuk terus memperkuat metodologi pengumpulan data dunia usaha domestik dalam gelaran Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
"Bukan hanya negara berkembang saja yang melakukan Sensus. Tetapi, China di tahun 2024 melakukan Sensus Ekonomi. Bahkan kami belajar dari China, baru tahun lalu tim dari BPS China hadir ke Indonesia," kata Amalia dalam Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurut data BPS, China mengerahkan lebih dari 2,1 juta petugas sensus yang bekerja intensif dari bulan Januari hingga April 2024 untuk mendatangi unit usaha di seluruh wilayah.
Terobosan terbaru pada sensus berkala lima tahunan di China kali ini adalah diintegrasikannya secara langsung survei input-output ke dalam sensus ekonomi nasional.