ECONOMICS

China Jajaki Kerja Sama Teknologi hingga Investasi untuk Hunian MBR dan Kelas Menengah RI

Rohman Wibowo 30/07/2026 09:12 WIB

RI-China membahas peluang kolaborasi strategis dalam penyediaan hunian bagi MBR dan kelas menengah melalui pertukaran teknologi, pembiayaan, serta investasi.

China Jajaki Kerja Sama Teknologi hingga Investasi untuk Hunian MBR dan Kelas Menengah RI. (Foto: Kementerian PKP)

IDXChannel - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menerima kunjungan delegasi pemerintah Republik Rakyat China yang dipimpin oleh Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan, Ni Hong, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi strategis dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah melalui pertukaran teknologi, dukungan pembiayaan, serta investasi.

Kedua belah pihak menjajaki potensi kemitraan yang berpijak pada prinsip saling menguntungkan. Maruarar menekankan soal pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem investasi yang kondusif dengan menyiapkan lahan strategis, data kebutuhan hunian yang akurat dari BPS, serta penyempurnaan regulasi. 

Maruarar memastikan Indonesia akan memfasilitasi diskusi teknis lebih lanjut agar proyek kerja sama ini segera terealisasi.

“Kami akan siapkan lahan, kami akan siapkan data market, dan kami akan siapkan aturan-aturan yang ada. Tiga hal ini yang akan kami siapkan untuk kemudian dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut bersama pihak China,” kata Maruarar dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (30/7/2026).

Selain berfokus pada penyediaan hunian, pemerintah menekankan pentingnya keberpihakan terhadap industri dalam negeri dalam setiap proyek kerja sama yang akan dibangun. 

Maruarar menitikberatkan investasi China nantinya mampu menyerap material bangunan produksi lokal serta melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari rantai pasok konstruksi.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan China di bidang perumahan. Namun kami tidak ingin hanya menjadi market, kami ingin menjadi mitra strategis yang sama-sama memberikan manfaat. Dalam setiap kerja sama yang dilakukan, kami juga ingin agar material bangunan dari dalam negeri dapat digunakan dan industri lokal ikut terlibat, sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar Maruarar.

Kemitraan ini digadang-gadang tidak hanya mempercepat target penyediaan hunian layak dan terjangkau, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan industri domestik. Sinergi ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia maupun China. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE