ECONOMICS

Danantara Pastikan PT DSI Beli Komoditas dari Pengusaha Sesuai Harga Acuan Pasar

Iqbal Dwi Purnama 20/05/2026 19:08 WIB

Rohan menjelaskan, untuk sementara ada tiga komoditas yang akan dibeli oleh PT DSI, yakni batu bara, CPO, dan ferro alloy.

Danantara Pastikan PT DSI Beli Komoditas dari Pengusaha Sesuai Harga Acuan Pasar. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Managing Director (MD) Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas memastikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) membeli komoditas dari para pengusaha sesuai dengan harga pasar yang berlaku.

Rohan menjelaskan, untuk sementara ada tiga komoditas yang akan dibeli oleh PT DSI, yakni batu bara, CPO, dan ferro alloy. Perusahaan ini akan mulai melakukan pembelian komoditas-komoditas tersebut dan di jual di pasar internasional mulai 1 Januari 2027.

"PT DSI ini akan menjadi perusahaan trader. Jadi dia langsung membeli, dan dia akan langsung menjual sendiri ke market internasional barang-barang ekspor ini," ujar Rohan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Rabu (20/5/2026).

Rohan mengatakan, selama ini sudah ada harga acuan untuk ketiga komoditas tersebut. Namun, beberapa perusahaan kerap menjualnya di bawah harga pasar. Hal ini dinilai merugikan negara dari sisi pelaporan pajak, hingga potensi penyimpanan uang hasil ekspor di luar negeri.

"Harga komoditas saat ini apalagi batu bara, CPO, itu sudah ada bursanya secara internasional. Jadi ini (transaksi DSI) juga akan mengacu ke situ. Selama ini ada under invoicing, yang tadi dikatakan oleh pak Presiden, 34 tahun itu nilainya Rp15.400 triliun," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Rohan menjelaskan pengoperasian PT DSI terbagi menjadi 2 fase. Fase pertama mulai Juni-Desember 2026, perusahaan ditugaskan sebatas melakukan pemeriksaan invoice jual beli hingga menjadi perantara pembeli (market ekspor) dan penjual (perusahaan dalam negeri).

Setelah itu, mulai Januari 2027 menjadi fase kedua PT DSI yang mulai ditugaskan untuk melakukan pembelian komoditas dan menjualnya ke pasar global. Rohan menyebut, konsep ini mengalihkan risiko fluktuasi harga pasar dan nilai tukar dari perusahaan ke PT DSI.

"PT DSI akan menjual ke market bebas atau ke luar negeri, dan akan menerima penghasilannya dalam bentuk mata uang tertentu, tergantung mata uang mana yang digunakan," kata dia.

(NIA DEVIYANA)

SHARE