Di Hadapan Komisi VI, Mendag Paparkan Potensi Kerja Sama Dagang dengan Iran
Zulhas mengatakan dalam lima tahun terakhir sejak 2019-2023, Indonesia mengalami surplus dalam hubungan perdagangan dengan Iran.
IDXChannel - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas menghadiri rapat kerja Komisi VI DPR RI soal rencana ratifikasi Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (II-PTA) atau persetujuan preferensi perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Iran.
Zulhas mengatakan dalam lima tahun terakhir sejak 2019-2023, Indonesia mengalami surplus dalam hubungan perdagangan dengan Iran.
"Neraca perdagangan Indonesia-Iran mengalami surplus sebesar USD183,4 Juta. Total perdagangan kita mencapai USD6,9 Juta untuk ekspor dan impornya USD11,7 Juta," kata Zulhas saat pemaparan Raker, Senin (8/7/2024).
Zulhas menjelaskan potensi dagang Indonesia-Iran dapat menjanjikan serta strategis dalam beberapa tahun ke depan. Ia juga menyampaikan Iran menjadi negara terbuka sehingga secara geopolitik berpotensi menjadi hub perdagangan Indonesia di kawasan Timur Tengah.
"Iran merupakan negara terbuka dengan posisi strategis sehingga berpotensi menjadi hub perdagangan Indonesia di kawasan Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Selatan," ujar Zulhas.
Selain itu, Iran memiliki total jumlah penduduk 88 Juta jiwa sehingga memberikan potensi pasar yang potensial bagi Indonesia. Namun demikian, Zulhas mengatakan masih ada hambatan bagi Indonesia dalam perdagangan dengan Iran karena struktur tarif yang tinggi.
"Struktur tarif Iran yang relatif tinggi itu lah menjadi hambatan utama produk Indonesia agar berdaya saing," katanya.
Sebagai informasi, persetujuan antar Indonesia-Iran merupakan yang merupakan persetujuan dagang kedua Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kemudian, hubungan dagang Indonesia-Iran ini menjadi yang pertama persetujuan dagang yang mencakup pengaturan Imbal Dagang (Counter Trade) sebagai alternatif transaksi perdagangan.
"Sekarang juga banyak permintaan, termasuk Mesir juga meminta counter trade," ujar Zulhas.
Zulhas juga mengatakan, persetujuan dagang Indonesia-Iran telah ditandatangani pada 23 Mei 2023 di Istana Bogor oleh Menteri Perdagangan kedua negara, disaksikan oleh Presiden RI dan Presiden Iran.
(SAN)