ECONOMICS

Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China

Tangguh Yudha 06/05/2026 10:47 WIB

Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.

Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China. Foto: Freepik.

IDXChannel - Pemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.

"Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam Panda Bond di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi," kata Purbaya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa malam (5/5/2026).

Dia menambahkan bahwa strategi diversifikasi pembiayaan ini akan memperkuat prospek ekonomi Indonesia ke depan. Purbaya juga menegaskan kondisi fiskal nasional saat ini dalam keadaan aman.

"Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua nggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut," ujar dia.

Selain itu, Purbaya menilai perekonomian Indonesia saat ini tengah memasuki fase akselerasi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

"Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 atau di bawah 5 sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi," katanya.

Namun, kata Purbaya, percepatan ini belum sepenuhnya disadari oleh pelaku pasar. Menurutnya, masih ada investor yang cenderung berhati-hati hingga menarik dana dari pasar modal. Padahal, dia melihat kondisi saat ini sebagai peluang.


"Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok aja kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal kedua melalui berbagai kebijakan. Koordinasi dengan bank sentral juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi likuiditas tetap stabil. Selain itu, pemerintah berencana meluncurkan stimulus tambahan.

"Kita akan memberikan stimulus tambahan ke perekonomian yang nggak lama lagi akan diumumkan. Ya mungkin 1 Juni akan mulai jalan," ujarnya.

(NIA DEVIYANA)

SHARE