sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Ungkap 7 Strategi Jaga Rupiah, Intervensi Pasar hingga Batasi Pembelian Dolar AS

Economics editor Anggie Ariesta
05/05/2026 22:00 WIB
Bank Indonesia (BI) berkomitmen menjaga nilai tukar rupiah yang tengah tertekan mulai dari intervensi pasar hingga membatasi pembelian dolar AS.
BI berkomitmen menjaga nilai tukar rupiah yang tengah tertekan mulai dari intervensi pasar hingga membatasi pembelian dolar. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)
BI berkomitmen menjaga nilai tukar rupiah yang tengah tertekan mulai dari intervensi pasar hingga membatasi pembelian dolar. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) berkomitmen menjaga nilai tukar rupiah yang tengah tertekan hingga ke level Rp14.000 per dolar AS. BI menegaskan saat ini mata uang Garuda jauh di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).

Gubernur BI, Perry Warjiyo meyakini rupiah segera stabil dan cenderung menguat sejalan dengan kondisi ekonomi yang resilien. Dia menilai, tekanan jangka pendek yang terjadi pada rupiah disebabkan olek faktor eksternal.

Faktor-faktor tersebutmencakup tingginya harga minyak dunia, lonjakan suku bunga obligasi AS (yield US Treasury) 10 tahun yang mencapai 4,47 persen), serta penguatan dolar AS yang memicu pelarian modal dari pasar negara berkembang. Selain itu, terdapat faktor musiman pada periode April-Juni 2026, yakni tingginya permintaan dolar AS untuk kebutuhan repatriasi dividen, pembayaran utang, dan kebutuhan jemaah haji.

"Pertumbuhan (ekonomi) sangat tinggi 5,61 persen, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat. Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat," ujar Perry usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo merestui tujuh langkah penting yang akan ditempuh bank sentral untuk menjaga stabilitas Rupiah. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement