ECONOMICS

Ekonomi Korsel Tumbuh 1,7 Persen pada Awal 2026, Tertinggi dalam 5 Tahun

Wahyu Dwi Anggoro 23/04/2026 12:33 WIB

Ekonomi Korea Selatan (Korsel) mencatatkan pertumbuhan triwulanan tercepat dalam lima setengah tahun pada kuartal I-2026.

Ekonomi Korsel Tumbuh 1,7 Persen pada Awal 2026, Tertinggi dalam 5 Tahun. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Ekonomi Korea Selatan (Korsel) mencatatkan pertumbuhan triwulanan tercepat dalam lima setengah tahun pada kuartal I-2026.

Dilansir dari Yonhap pada Kamis (23/4/2026), pencapaian ini didukung oleh ekspor chip semikonduktor yang kuat.

Menurut data awal dari Bank Sentral Korea (BOK), produk domestik bruto (PDB) riil negara tersebut naik 1,7 persen pada Januari-Maret 2026 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Angka tersebut merupakan pertumbuhan triwulanan terkuat sejak kuartal III-2020. Ekonomi tumbuh 2,2 persen ketika itu.

Angka tersebut juga dua kali lipat lebih tinggi dari perkiraan BOK sebesar 0,9 persen.

Negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia ini mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen pada kuartal I-2025, sebelum pulih dengan pertumbuhan 0,7 persen dan 1,3 persen pada dua triwulan berikutnya. 

Namun, ekonomi kembali mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen pada kuartal IV-2025. Secara keseluruhan, perekonomian tumbuh 1,0 persen pada 2025.

"Ekspor yang kuat dan investasi untuk memperluas kapasitas produksi chip, bersama dengan konsumsi swasta yang solid, mendorong pertumbuhan secara keseluruhan," kata Kepala Statistik BOK Lee Dong-won.

"Sektor manufaktur semikonduktor menyumbang hampir setengah dari pertumbuhan PDB kuartal pertama," katanya.

Ekspor naik 5,1 persen pada periode Januari-Maret dibandingkan kuartal sebelumnya karena permintaan global yang kuat untuk chip semikonduktor. Ini merupakan pertumbuhan ekspor tercepat sejak kuartal III-2020.

Secara tahunan, perekonomian tumbuh 3,6 persen pada kuartal I-2026, naik dari pertumbuhan 1,6 persen pada triwulan sebelumnya.

"Dampak konflik Timur Tengah terbatas sepanjang kuartal pertama, karena pengiriman yang telah melewati Selat Hormuz terus tiba di Korea hingga akhir Maret," kata Lee. 

"Namun dampaknya diperkirakan mulai muncul pada April," katanya.

Dalam proyeksi terbarunya yang diterbitkan pada Februari, BOK memperkirakan ekonomi akan tumbuh 2,0 persen pada 2026. Namun, bank sentral tersebut mengatakan pekan lalu bahwa momentum pertumbuhan telah melemah dan pertumbuhan tahun ini kemungkinan akan berada di bawah perkiraan tersebut karena konflik berkepanjangan di Timur Tengah. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE