ECONOMICS

ESDM Umumkan 6 Pemenang Lelang Blok Migas Tahap I 2026, Ini Daftarnya

Nia Deviyana 18/09/2026 10:15 WIB

Keenam wilayah kerja tersebut merupakan wilayah kerja yang ditawarkan pada tahap I tahun 2026.

ESDM Umumkan 6 Pemenang Lelang Blok Migas Tahap I 2026, Ini Daftarnya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel -Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pemenang lelang penawaran langsung dan lelang reguler area studi ABT 2025 wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) tahap I tahun 2026.

Melansir laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (18/9/2026), Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mengumumkan pemenang lelang penawaran langsung untuk wilayah kerja Sapukala dan wilayah kerja Natuna D-Alpha, serta pemenang lelang reguler area studi ABT 2025 untuk wilayah kerja Bengara II, wilayah kerja Pesut Mahakam, wilayah kerja Puri, dan wilayah kerja Rupat.

Keenam wilayah kerja tersebut merupakan wilayah kerja yang ditawarkan pada tahap I tahun 2026. Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga membuka penawaran lelang wilayah kerja migas tahap II Tahun 2026 dan pengumuman wilayah kerja Available.

Pada Wilayah Kerja (WK) Sapukala, pemenang lelang adalah Eni Indonesia Limited dengan total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai USD8 juta. Eni Indonesia Limited juga memberikan bonus tanda tangan sebesar USD200 ribu.

Adapun kegiatannya meliputi 2 Paket G&G Study dan Akuisisi dan Processing Data Seismik 3D seluas 1.500 km2.

Pada WK Natuna D-Alpha, pemenang lelang adalah PT Nations Petroleum. Total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai USD103,309 juta, dengan bonus tanda tangan USD200 ribu.

Adapun kegiatannya meliputi 3 Paket G&G Study, Akuisisi dan Processing Data Seismik 3D seluas 591 km2, 1 Pilot Unit Design and Engineering, 3 Paket CO2 Integrated Study, 1 Manufacturing, Procurement and Construction, 2 Paket EPC Design Cost, 1 Sumur Appraisal, 1 Sumur Eksplorasi, 1 Paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring.

Pada WK Bengara II, pemenang lelang adalah Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited. Total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai USD16,5 juta, dengan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Adapun kegiatannya meliputi 3 Paket G&G Study, Akuisisi dan Processing Data Seismik 3D seluas 100 km2, 1 Sumur Eksplorasi.

Pada WK Pesut Mahakam, pemenang lelang adalah PT Timur Hijau Investama. Total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai USD7,40 juta, dengan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Adapun kegiatannya meliputi 3 Paket G&G Study, Akuisisi dan Processing Data Seismik 3D seluas 235,1 km2.

Pada WK Puri, pemenang lelang juga PT Timur Hijau Investama. Total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai USD3,35 juta, dengan bonus tanda tangan USD300 ribu dolar AS.

Adapun kegiatannya meliputi 3 Paket G&G Study dan Akuisisi dan Processing Data Seismik 2D sepanjang 200 km.

Sementara itu, pada WK Rupat, pemenang lelang adalah Cinda Energy (Hong Kong) Limited. Total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai USD2,95 juta, dengan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Adapun kegiatannya meliputi 3 Paket G&G Study dan 1 Sumur Eksplorasi.

Secara keseluruhan, enam wilayah kerja migas tersebut memiliki total nilai komitmen pasti sebesar USD141,512 juta, dengan total bonus tanda tangan sebesar USD1,6 juta.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian ESDM mengumumkan lelang penawaran wilayah kerja migas tahap II Tahun 2026 untuk 8 WK, yakni WK Jago, WK Mahesa, WK Rafflesia, WK Belibis, WK Talu, WK Manta, WK Palu, dan WK Leti Selatan.

Penawaran Wilayah Kerja tersebut sekaligus mencerminkan upaya Pemerintah untuk terus membuka peluang eksplorasi dan mengoptimalkan potensi Minyak dan Gas Bumi nasional dalam mendukung kebutuhan energi di masa mendatang. 

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah terus melakukan penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan usaha hulu Minyak dan Gas Bumi untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan memberikan kepastian bagi Kontraktor. Berbagai penyempurnaan yang telah dilakukan antara lain peningkatan porsi bagi hasil bagi Kontraktor, pemberian 10 persen FTP, penetapan nilai minimum Signature Bonus berdasarkan risiko, fleksibilitas dalam memilih skema kontrak baik Cost Recovery maupun Gross Split, 100 persen harga DMO, tidak adanya kewajiban relinquishment dalam tiga tahun pertama masa komitmen, serta kemudahan dalam mengakses data melalui keanggotaan di Migas Data Repository.

Kontraktor juga dapat memperoleh fasilitas perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengajukan insentif apabila terdapat kendala keekonomian dalam pengembangan Wilayah Kerja. 

Selain itu, ESDM mengumumkan terdapat tiga WK yang tidak dapat ditetapkan pemenangnya, yaitu WK Rombebai, WK Maratua II, dan WK Jayapura. Ketiga WK tersebut selanjutnya ditawarkan sebagai Wilayah Kerja Available sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Status Wilayah Kerja Available membuka kembali peluang bagi Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap untuk berpartisipasi dalam kegiatan eksplorasi melalui mekanisme Penawaran Langsung. 

Penawaran tersebut dapat dilakukan melalui Studi Bersama maupun tanpa Studi Bersama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketiga Wilayah Kerja Available menawarkan peluang eksplorasi dengan karakteristik dan ketentuan pokok Kontrak Kerja Sama yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing Wilayah Kerja.

(NIA DEVIYANA)

SHARE