ECONOMICS

Fintech Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan

07/05/2026 20:58 WIB

Hampir 9 dari 10 anak muda Indonesia sudah terhubung dengan layanan keuangan digital, namun hanya sekitar 7 dari 10 yang benar-benar memahami cara mengelolanya.

Fintech Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Hampir 9 dari 10 anak muda Indonesia sudah terhubung dengan layanan keuangan digital, namun hanya sekitar 7 dari 10 yang benar-benar memahami cara mengelolanya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS, indeks inklusi keuangan kelompok usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96 persen, sementara indeks literasinya berada di angka 73,22 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun akses terhadap layanan keuangan semakin luas, edukasi tetap dibutuhkan agar akses tersebut diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan aman.

Menjawab kebutuhan tersebut, OVO memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi finansial generasi muda melalui Fintech Academy, program edukasi finansial yang tahun ini hadir berkolaborasi dengan MoneyFestasi lewat rangkaian roadshow kampus.

Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses edukasi keuangan digital dengan pendekatan yang lebih relevan kepada generasi muda.

Dengan menjangkau berbagai kampus di Indonesia, OVO berharap edukasi keuangan digital dapat hadir lebih merata bagi generasi muda di berbagai daerah.

Sesi perdana digelar di Universitas Jenderal Soedirman atau UNSOED, Purwokerto, sebagai pembuka dari rangkaian roadshow Fintech Academy yang akan menyambangi sejumlah kampus di Indonesia. Mengusung tema “Today’s Financial Habits, Tomorrow’s Financial Future”, sesi ini telah dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026.

Mahasiswa diajak memahami peran fintech sebagai bagian dari kehidupan finansial sehari-hari. Tidak hanya sebagai alat pembayaran atau transaksi harian, fintech juga dapat membantu pengguna mengelola aktivitas finansial secara lebih praktis.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication OVO Asep Haekal menuturkan literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masadepan finansial yang semakin terdigitalisasi.

“Fintech ini bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang kuat dan lebih sehat. Melalui Fintech Academy, OVO ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif menggunakan layanan digital, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Asep Haekal.

Melalui diskusi ringan bersama mahasiswa, peserta didorong untuk mulai membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini, mulai dari memahami prioritas kebutuhan, membuat perencanaan pengeluaran, memiliki tujuan finansial, hingga mengevaluasi pola konsumsi.

Pemahaman ini menjadi penting agar kemudahan promo, pembayaran cashless, dan akses layanan keuangan digital tidak justru mendorong perilaku konsumtif, melainkan dapat mendukung pengelolaan keuangan yang lebih seimbang.

Selain membahas pengelolaan keuangan, sesi ini juga menyoroti pentingnya keamanan dalam menggunakan layanan fintech. Mahasiswa diajak untuk lebih sadar terhadap perlindungan data pribadi, keamanan transaksi, serta pentingnya memilih layanan keuangan digital yang resmi dan terpercaya.

Kewaspadaan ini menjadi semakin relevan di tengah maraknya kasus penipuan digital dengan modus social engineering yang banyak menyasar pengguna, termasuk anak muda.

Dengan literasi yang baik, generasi muda diharapkan dapat menjadi pengguna layanan keuangan digital yang lebih cermat dan bijak. Hal ini menjadi penting karena semakin tingginya pemanfaatan layanan berbasis digital juga perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk penyalahgunaan data dan modus penipuan digital.

Sesi pembuka Fintech Academy di UNSOED juga menghadirkan diskusi bersama sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk Burhan Kurniawan, Head of Payment and Digibank OVO, bersama Tulus Abadi, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia.

Kehadiran narasumber ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif kepada mahasiswa, mulai dari perkembangan industri fintech, pentingnya literasi dan perlindungan konsumen, hingga penggunaan layanan keuangan digital yang bertanggung jawab.

“Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital harus selalu diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai perlindungan konsumen, keamanan data pribadi, serta cara menggunakan fintech secara bijak. Maka dari itu, edukasi seperti Fintech Academy menjadi
penting untuk membekali generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Tulus.

Antusiasme mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam sesi ini mencerminkan tingginya minat generasi muda, termasuk di daerah, terhadap pemahaman keuangan digital yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Setelah Purwokerto, rangkaian roadshow Fintech Academy yang berkolaborasi dengan MoneyFestasi akan berlanjut ke sejumlah kampus lain, termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 20 Mei 2026 dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada Agustus 2026.

Melalui rangkaian ini, OVO akan menjangkau lebih dari 1.200 mahasiswa di berbagai kampus sepanjang 2026.

Jumlah ini akan menambah total partisipan Fintech Academy sejak pertama kali diluncurkan menjadi lebih dari 6.200 mahasiswa. “Melalui Fintech Academy bersama MoneyFestasi, kami berharap mahasiswa bisa semakin memahami peran fintech dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat sejak dini,” kata Asep Haekal.

Melalui inisiatif ini, OVO berharap mahasiswa tidak hanya melek finansial, tetapi juga dapat mengelola keuangan dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari.


(kunthi fahmar sandy)

SHARE