Hadapi Potensi El Nino, Pemerintah Pastikan Stok Cadangan Pangan Lebih Kuat
Pemerintah bersiap untuk menghadapi potensi El Nino di tahun ini, terutama pada stok Cadangan Pangan Pemerintah yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya
IDXChannel - Pemerintah telah bersiap untuk menghadapi potensi El Nino di tahun ini, terutama pada stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Upaya memitigasi dampak yang dapat terjadi merupakan langkah krusial menjelang musim kemarau mendatang.
"Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kita sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak kita," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan informasi Sabtu (4/4/2026).
Terbaru, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan El Nino kemungkinan dapat menerpa Indonesia, terutama wilayah selatan dari garis ekuator, dimulai pada awal bulan Mei mendatang.
Wilayah yang diprediksi dapat menerima efek El Nino antara lain Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur.
Kendati demikian, Bapanas memastikan penguatan stok CPP terus berjalan seiring dengan upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan dalam negeri secara bulanan. Melalui perpanjangan tangan Perum Bulog, tingkat penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri dilaksanakan secara intensif.
"Kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, tentu di sisi produksi harus diperkuat. Kemudian penyerapan oleh Bulog dalam rangka penguatan CPP menjadi titik krusial yang harus kita lakukan. Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP," ujar Ketut.
Pemerintah pun terus berupaya memperkuat stok CPP tidak hanya stok beras saja, melainkan turut pula menambah stok jagung pakan hingga minyak goreng. Lewat upaya ini diharapkan menjadi modal ketersediaan pangan untuk masa kemarau mendatang.
"Dengan adanya penguatan CPP, diharapkan ke depannya tatkala terjadi kekeringan dan lain sebagainya, yang berdampak pada produksi misalkan, nah tentu ini akan bisa menopang ketersediaan pangan yang dimiliki oleh pemerintah. Itu yang kita lakukan dalam rangka mitigasi awal," tutur Deputi Ketut.
Adapun status terkini stok CPP per 2 April dalam catatan Bapanas antara lain beras memiliki stok terbesar dengan 4,4 juta ton. Jagung pakan 168 ribu ton. Minyak goreng totalnya ada 121 ribu kiloliter. Gula pasir 49 ribu ton.
Daging sapi 8 ribu ton dan daging kerbau 3 ribu ton. Daging ayam dan telur ayam masing-masing 39 ton dan 17 ton.
Sementara program penyaluran CPP yang telah dijalankan antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2026 yang digulirkan mulai awal Maret. Realisasinya sampai awal April ini telah mencapai 70 ribu ton. Untuk program bantuan pangan telah tersalurkan beras 21,3 juta kilogram (kg) dan minyak goreng 4,2 juta liter.
Di samping itu, Bapanas bersama Kementerian Pertanian juga tengah mempersiapkan pengguliran program SPHP jagung pakan di April ini. Total target salur SPHP jagung pakan ini sebanyak 242 ribu ton. Tentu ini angin segar karena target SPHP jagung di 2026 ini meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, dalam forum yang sama, Peneliti Ahli Utama Klimatologi BRIN Erma Yulihastin menuturkan prediksi El Nino di tahun ini akan terus mengalami pembaruan informasi setiap minggunya yang melibatkan berbagai badan meteorologi lintas negara. Erma mendorong kementerian/lembaga yang terkait dapat segera memitigasi proyeksi ini.
"Ini kan weekly update, terus-menerus di update setiap pekan oleh badan-badan meteorologi di berbagai negara maju. Ini bahasa ilmiahnya adalah Super El Nino, yaitu El Nino yang memiliki kekuatan super, dimulai dari bulan Mei. Artinya ini sudah, saya kira sudah 2 kali lipat, efek dari panas ditambah kering," kata dia.
"Oleh karena itu, hal-hal seperti ini harus kita antisipasi dan mitigasi, saya kira itu yang harus diantisipasi dari Lampung, kemudian Jawa, Nusa Tenggara, Barat, Timur, Bali, Lombok, dan seterusnya," kata Profesor Erma.
Terkait itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memastikan kementerian/lembaga yang ia pimpin telah mempercepat langkah mitigasi dalam menghadapi potensi El Nino. Selain menjaga produksi pangan dalam negeri, Amran juga memastikan stok CPP pun masih mumpuni sebagai tumpuan program intervensi pangan bagi masyarakat.
“Bahwasanya ada El Nino, Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Sekarang ini capaian kita, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kita ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Amran.
Raihan CBP dengan 4,4 juta ton tersebut telah menandai akselerasi penguatan stok CPP selama ini. Hal ini karena peningkatannya hingga mencapai 300 persen dibandingkan CBP sampai Maret 2024 yang kala itu berada di angka 1,1 juta ton.
Sementara terhadap stok CBP sampai Maret 2025 juga meningkat hingga 91,3 persen. CBP Maret 2025 kala itu berada di 2,3 juta ton.
(kunthi fahmar sandy)