ECONOMICS

Hutama Karya-WIKA Bangun Gedung CMU RSUP Sardjito di Yogya, Target Rampung 2027

Iqbal Dwi Purnama 10/01/2026 21:03 WIB

Gedung CMU dirancang sebagai pusat layanan medis terintegrasi yang memadukan fasilitas perawatan kritikal, bedah, dan diagnostik dalam satu bangunan vertikal.

Hutama Karya-WIKA Bangun Gedung CMU RSUP Sardjito di Yogya, Target Rampung 2027 (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) resmi membangun Gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gedung CMU dirancang sebagai pusat layanan medis terintegrasi yang memadukan fasilitas perawatan kritikal, bedah, dan diagnostik dalam satu bangunan vertikal. 

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat alur layanan pasien, meningkatkan kapasitas tindakan medis, sekaligus memperkuat peran RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk wilayah DIY dan selatan Pulau Jawa.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah mengatakan gedung CMU akan dibangun dengan dua lantai basement dan 13 lantai utama, dengan total luas mencapai 55.574 meter persegi. 

Desain stacking vertikal diterapkan untuk memastikan konektivitas antarruang dan efisiensi pergerakan pasien serta tenaga medis. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2027 mendatang.

Untuk layanan kritikal, gedung ini dilengkapi ICU, HCU, ruang observasi, dan unit resusitasi. Sementara pada layanan bedah, tersedia 21 ruang operasi mayor dan enam ruang operasi minor yang terintegrasi dengan area pra dan pascaoperasi.

Dari sisi diagnostik, CMU akan memiliki fasilitas radiologi canggih seperti MRI 3 Tesla, CT-Scan, X-Ray, CT Spectral photon-counting, hingga fluoroskopi. Selain itu, tersedia laboratorium terpadu yang mencakup laboratorium UPTD, laboratorium terpadu, laboratorium BGSi, serta fasilitas patologi anatomi dan molekuler.

"Proyek ini menjadi bagian dari komitmen BUMN dalam memperkuat infrastruktur kesehatan nasional. Dengan porsi pekerjaan 70 persen oleh Hutama Karya dan 30 persen oleh WIKA, pihaknya menargetkan penyelesaian tepat waktu dengan standar mutu dan keselamatan yang tinggi," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026).

Hutama–WIKA KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis standar ISO 19650 serta prinsip lean construction untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalkan risiko di lapangan. 

Pengaturan lalu lintas internal, sistem keselamatan kerja, dan koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit dilakukan untuk memastikan aktivitas medis tidak terganggu selama proses pembangunan berlangsung.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan pembangunan CMU sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penguatan infrastruktur rumah sakit. 

"Peningkatan kualitas layanan tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan sarana medis yang modern dan terintegrasi," katanya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE