ECONOMICS

Industri Peternakan RI Stagnan, 90 Persen Sapi Potong Bali Adalah Betina

Widya Michella 27/09/2021 11:32 WIB

Winugroho mengatakan 90 persen sapi bali yang dipotong adalah betina.

Winugroho mengatakan 90 persen sapi bali yang dipotong adalah betina. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dosen Luar Biasa Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (Fapet-UGM), Prof Winugroho melihat Indonesia mempunyai peluang besar dalam mengembangkan peternakan Sapi meskipun belum dimaksimalkan.

Ia mengatakan di Kalimantan Selatan sendiri memiliki limbah surit 300 metrik ton, yang dapat memberikan makanan untuk 15 ribu ekor sapi BX dari Australia yang bobotnya mencapai 400 kg dan 20.000 ekor sapi Bali atau Madura.

‘’Jadi, potensi desa emas sapi sekitar kilang sawit menjadi bagus banget dan sangat dibutuhkan oleh Indonesia karena kita sampai sekarang masih impor 700 ribu sapi dari luar, kita mempunyai makanan sapi dan bisa mendatangkanya, ini potensi betul,"papar Prof Winugroho demikian dikutip pada laman resmi MUI, Senin,(27/09/2021).

Walaupun begitu masih ada permasalahan peternakan sapi di Indonesia seperti ratusan ribu sapi betina dipotong, bahkan, 90 persen sapi bali yang dipotong adalah betina. Oleh karena itu, solusinya dapat dengan ownership dan atau pindah betina ke sumber pakan. 

"Sapi betina produktif yang mau dipotong kita beli dari sumber atau kantong ternak dari NTB, NTT, atau dari Bali. Sapi dipindahkan ke daerah potensial sumber makanan sapi untuk bisa beranak pinak, sapi lokal bisa sampai 12 kali beranak sementara sapi luar satu dua kali saja kadang suka sulit,"imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia berharap pemanfaatan  Koperasi Demi Umat dan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI), mempunyai peran strategis dalam mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan pada 2045.

Selain itu, Koperasi Demi Umat berbasis komunitas yang merupakan binaan KPEU MUI akan efektif untuk mencapai visi Bersama, terutama dalam mengembangkan potensi ekonomi umat.

Jika tidak, lanjutnya, Indonesia dapat terus mengimpor sapi, karena kalah produksi yang dilakukan negara lain.‘’Sapi Bali tinggal 400 ribu, negara tetangga punya 2 juta sapi Bali, lama-lama kita bisa impor dari Malaysia,"paparnya. (TIA)

SHARE