ECONOMICS

Ini Kata Bahlil Soal Nasib BBM Subsidi di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Binti Mufarida 31/03/2026 06:41 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap BBM subsidi.

Ini Kata Bahlil Soal Nasib BBM Subsidi di Tengah Kenaikan Harga Minyak. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Indonesia. 

Dia menuturkan bahwa keputusan akhir akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya. Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," kata Bahlil di sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto kunjungan kerja di Jepang, Senin (30/3/2026).

Bahlil mengatakan harga BBM subsidi saat ini masih tetap stabil. Diketahui, harga BBM subsidi saat ini masih berada di level Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk solar (Biosolar).

"Harga (minyak) sekarang sudah mencapai USD115, di dalam negeri (BBM subsidi) masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hati lah untuk memperhatikan rakyat kecil," ujar Bahlil.

Dia juga menambahkan bahwa Prabowo terus mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan negara dan kondisi masyarakat.

"Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara, juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," ujarnya.

Terkait wacana kenaikan harga BBM non-subsidi sebesar 10 persen mulai 1 April, Bahlil menjelaskan mekanisme penentuan harga BBM telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022.

"Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," katanya.

Dia menjelaskan BBM industri seperti bensin dengan RON 95 dan 98 memang diperuntukkan bagi masyarakat mampu dan mengikuti harga pasar tanpa intervensi pemerintah.

"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi? Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, monggo! Tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka, itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," kata Bahlil.

Sementara itu, Bahlil memastikan pemerintah tetap memprioritaskan kebijakan untuk BBM subsidi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.

"Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya," kata dia.

(NIA DEVIYANA)

SHARE