ECONOMICS

Jaga Kualitas Portofolio, AAP Yakin Kantongi Pendapatan Rp1,41 Triliun di 2027

Taufan Sukma Abdi Putra 19/05/2026 20:35 WIB

meski kondisi pasar masih cukup menantang (challenging), AAP cukup optimistis untuk dapat merealisasikan target pendapatan sebesar Rp1,41 triliun di 2027.

Jaga Kualitas Portofolio, AAP Yakin Kantongi Pendapatan Rp1,41 Triliun di 2027 (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Perusahaan kontraktor jasa pertambangan batu bara dan nikel, PT Andalan Artha Primanusa (AAP), mengakui bahwa kondisi pasar saat ini tengah menghadapi tantangan dinamika global, terkait ketidakpastian pasar akibat situasi geopolitik serta lonjakan biaya operasional di lapangan.  

Kondisi ini dinilai telah mendorong para pelaku industri untuk dapat semakin adaptif, menjaga keseimbangan antara proses transisi dan bisnis, serta memperkuat posisi dalam rantai pasok mineral global untuk menjaga produktivitas tambang.

"Tantangan ini kami sikapi dengan terus memperkuat positioning di bidang mining services (jasa pertambangan), melalui investasi strategis pada peremajaan armada baru, yang telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar," ujar Direktur Utama AAP, Gahari Christine, dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).

Tak hanya itu, menurut Gahari, pihaknya juga menerapkan strategi khusus dengan pendekatan selektif dalam memilih kontrak baru, sebagai langkah strategis demi menjaga kualitas portofolio bisnis dan memastikan keberlanjutan bisnis secara sehat.

Dengan adanya strategi tersebut, meski kondisi pasar masih cukup menantang (challenging), AAP disebut Gahari cukup optimistis untuk dapat merealisasikan target pendapatan sebesar Rp1,41 triliun di 2027.

Target tersebut sengaja dipatok dengan memproyeksikan porsi pertumbuhan pendapatan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 28 persen hingga 2028 mendatang.

"Keberhasilan strategi efisiensi dan keunggulan operasional ini tercermin nyata pada kinerja finansial kami, yang di 2025 kemarin berhasil meningkatkan performa margin EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) di angka 39 persen, dengan nilai sebesar Rp145,4 miliar," ujar Gahari.

Gahari menjelaskan, pihaknya berhasil mencapai rekam jejak profitabilitas solid di tengah tantangan kondisi force majeure serta cuaca ekstrem yang membayangi industri.

Dengan didukung adanya kepastian volume beragam kontrak yang sedang berjalan, AAP juga telah menetapkan target CAGR yang cukup ambisius hingga 2028, di mana capaian pendapatan diproyeksikan meningkat dengan CAGR sebesar 28 persen, beranjak dari target Rp949,6 miliar pada 2026, kemudian menjadi Rp1,41 triliun di 2027, dan selanjutnya membidik target Rp1,55 triliun pada 2028 mendatang.

Selaras dengan pertumbuhan tersebut, EBITDA diperkirakan tumbuh dengan CAGR 21 persen hingga mencapai Rp514,2 miliar pada 2028, sementara target laba bersih melonjak dengan CAGR 31 persen, mencapai Rp223,9 miliar pada periode yang sama.

"Fokus kami ke depan adalah menjaga komitmen pertumbuhan yang solid dan terukur ini demi memberikan nilai jangka panjang yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Gahari.

(taufan sukma)

SHARE