ECONOMICS

Kawasan Transmigrasi Disiapkan Jadi Lahan Produktif, untuk Lumbung Pangan hingga Energi

Nur Khabibi 27/06/2026 23:30 WIB

Program ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menuntut strategi besar untuk membangun kawasan produktif yang mendukung kedaulatan bangsa.

Kawasan Transmigrasi Disiapkan Jadi Lahan Produktif, untuk Lumbung Pangan hingga Energi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan komitmennya untuk mengubah wajah kawasan transmigrasi menjadi sentra produksi pangan dan energi nasional. Iftitah menjelaskan transmigrasi kini memasuki paradigma baru.

Program ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menuntut strategi besar untuk membangun kawasan produktif yang mendukung kedaulatan bangsa.

"Kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan energi berbasis potensi lokal," kata Iftitah dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya swasembada, Iftitah memastikan kementeriannya akan memperkuat infrastruktur, teknologi, dan kelembagaan ekonomi di wilayah transmigrasi. Langkah ini diambil agar para transmigran dan warga lokal mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional di sektor peternakan, perikanan, dan energi hijau.

"(Sehingga) Kawasan transmigrasi dapat menjadi bagian penting dari agenda Indonesia berdiri di atas kaki sendiri," ujarnya.

Dalam arahannya di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026, Prabowo menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, petani dan nelayan telah menjadi kekuatan utama yang menopang kehidupan rakyat, pejuang, dan prajurit Indonesia.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan. Menurut Prabowo, kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.

Sejumlah capaian sektor pertanian turut disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, peningkatan Nilai Tukar Petani hingga 127 persen, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta capaian produksi pangan Indonesia yang disebut mencapai 38 juta ton.

(NIA DEVIYANA)

SHARE