ECONOMICS

Kebutuhan Residensial di Cikarang Melonjak, Ini yang Dilakukan Sri Pertiwi Sejati

Taufan Sukma/IDX Channel 01/02/2023 12:35 WIB

rata-rata industri di kawasan tersebut merupakan perusahaan multinasional dengan jumlah pekerja ekspatriat mencapai lebih dari 22.000 orang.

Kebutuhan Residensial di Cikarang Melonjak, Ini yang Dilakukan Sri Pertiwi Sejati (foto: MNC Media)

IDXChannel - Konsultan properti multinasional, Jones Lang LaSalle (JLL), dalam laporannya mengeklaim bahwa permintaan kawasan industri di wilayah Cikarang mengalami pertumbuhan signifikan, dengan tingkat okupansi saat ini telah mencapai 93 persen.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari massifnya perkembangan infrastruktur di kawasan tersebut, sehingga mendongkrak fasilitas maupun aksesibilitas dari dan menuju Cikarang.

Misalnya saja kereta cepat Bandung-Jakarta dan Surabaya-Jakarta, Double Track Commuter Line, MRT Cikarang-Balaraja Tangerang, ruas-ruas tol baru hingga berbagai proyek strategis lain, yang dinilai memudahkan mobilisasi di kawasan ini.

"Seiring dengan peningkatan kawasan industri di Cikarang, membuat kebutuhan area komersial dan residensial di wilayah ini semakin tinggi," ujar Founder PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group), Asmat Amin, Rabu (1/2/2023).

Menurut Asmat, rata-rata industri di kawasan tersebut merupakan perusahaan multinasional dengan jumlah pekerja ekspatriat mencapai lebih dari 22.000 orang.

Dengan kondisi tersebut, maka ketersediaan hunian dengan lokasi strategis serta fasilitas yang lengkap di kawasan tersebut kini menjadi kebutuhan yang cukup mendesak.

"Dengan jumlah captive market yang besar hingga mencapai 1.532.188 populasi segmen middle-up dan minimnya area komersil representatif di Kota Cikarang, maka kami mengembangkan Cikarang International City (CINITY) sebagai pusat area komersial dan residensial," tutur Asmat.

Dengan total lahan seluas 500 hektar dan fase awal pembangunan di 50 hektar, Asmat menjelaskan, CINITY akan mengembangkan area hijau seluas 70 ha dengan lanskap alam yang jauh dari hiruk pikuk industri.

CINITY memiliki aksesibilitas yang sangat mudah, berada strategis di Jalur Provinsi yang menghubungkan Karawang dengan Jakarta dan memiliki jarak yang sangat dekat, hanya 5 menit menuju Stasiun Cikarang.

"Kami berkomitmen menjadikan CINITY sebagai The First & Biggest CBD di Cikarang melalui kehadiran The Largest Outdoor Shopping Street seluas 35ha pada fase awal. Terdapat berbagai International Themed Cluster dari London, Korean, Jepang, dan Moroccan yang menciptakan sebuah shopping experience yang berbeda," ungkap Asmat. 

CINITY secara resmi diluncurkan pada Rabu, 1 Februari 2023 di Assembly Hall Menara Mandiri, Jakarta. Dengan total nilai investasi mencapai Rp20 Triliun, CINITY akan dibangun menjadi sebuah kawasan yang terpisah dari Kota Industri.

"Konsep 100 persen township ini berbeda dengan banyaknya kawasan yang menyatu dengan area industri di Cikarang, sehingga memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan maupun kenyamanan para penghuninya," papar Asmat.

Sebagai sentra kawasan industri, Cikarang memiliki basis ekonomi yang kuat dengan tingkat upah minimum kabupaten (UMK) berada di posisi ketiga tertinggi di Indonesia. Banyaknya investor mancanegara di kawasan Cikarang, menunjukkan tingginya tingkat kebutuhan hunian yang ideal.

"Dari banyaknya landbank yang kami miliki, CINITY menjadi salah satu landbank idol yang secara posisi paling strategis untuk dijadikan kawasan the real township di Cikarang. Ini jelas sebuah tempat hunian sekaligus investasi properti yang sangat menjanjikan," tegas Asmat. (TSA)

SHARE