ECONOMICS

Kemenhub-JICA Siapkan Pilot Project Integrasi Transportasi di Jabodetabek

Iqbal Dwi Purnama 27/08/2026 05:00 WIB

Kementerian Perhubungan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyiapkan pilot project untuk menguji integrasi transportasi publik di Jabodetabek.

Kementerian Perhubungan dan JICA menyiapkan pilot project untuk menguji integrasi transportasi publik di Jabodetabek. (Foto: Dok. Kemenhub)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menyiapkan proyek percontohan (pilot project) untuk menguji integrasi transportasi publik di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal mengatakan. wilayah yang menjadi kandidat pilot study meliputi Kota/Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang Selatan, dan/atau Kabupaten Tangerang.

Menurut dia, studi percontohan tersebut akan digunakan untuk menguji sekaligus memvalidasi metodologi perencanaan transportasi publik sebelum diterapkan dalam skala yang lebih luas.

"Karena itu, kita perlu memperkuat integrasi transportasi publik agar masyarakat semakin mudah dan nyaman menggunakan transportasi umum," ujar Risal dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026). 

Kerja sama Kemenhub dan JICA ini akan berlangsung selama 36 bulan. Salah satu fokusnya adalah memperkuat kapasitas perencanaan transportasi pengumpan (feeder) dan simpul transportasi antarmoda (intermodal transport hub).

Dalam proyek tersebut, Kemenhub dan JICA juga akan menyusun rencana layanan feeder berikut buku panduan operasional. Selain itu, akan disiapkan perencanaan simpul transportasi antarmoda yang responsif gender beserta pedoman teknisnya.

Aspek pembiayaan juga menjadi bagian dari proyek. Kedua pihak akan menyusun model bisnis dan skema pendanaan, termasuk pembagian peran para pemangku kepentingan, kerangka pembiayaan, serta rekomendasi kebijakan.s

Risal mengatakan pengembangan transportasi publik Jabodetabek tidak hanya ditujukan untuk memperkuat konektivitas antar moda. Pemerintah juga ingin memastikan layanan transportasi dapat diakses secara inklusif dan berkelanjutan.

"Kita ingin memastikan bahwa setiap desain integrasi transportasi memperhatikan kesetaraan gender, kebutuhan kelompok rentan, serta efisiensi layanan yang dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca," katanya.

Sementara itu, Chief Representative JICA Indonesia Office, Takeda Sachiko mengatakan, peningkatan kualitas transportasi publik di kawasan metropolitan Jakarta penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

"Transportasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan mengatasi kemacetan di Jakarta serta wilayah sekitarnya," ujar Takeda.

JICA berharap peningkatan kualitas transportasi publik dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Peralihan tersebut dinilai dapat memberikan dampak terhadap pengurangan kemacetan sekaligus emisi gas rumah kaca.

Dalam pelaksanaannya, Ditjen Intram akan mengoordinasikan proyek bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, pemerintah daerah se-Jabodetabek, serta operator transportasi publik melalui Joint Coordinating Committee (JCC).

Penandatanganan R/D ini merupakan tindak lanjut dari Detailed Planning Survey dan Minutes of Meeting (MoM) yang telah dilakukan pada Desember 2025. Dokumen kerja sama tersebut sebelumnya juga telah melalui proses penelaahan teknis dan hukum bersama instansi terkait.

Dengan adanya pilot study di sejumlah wilayah kandidat, pemerintah dan JICA diharapkan dapat memperoleh model integrasi transportasi yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih luas di kawasan Jabodetabek.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE