ECONOMICS

Kementerian PU Petakan Infrastruktur Terdampak Banjir dan Longsor di Gayo Lues

Iqbal Dwi Purnama 17/09/2026 15:51 WIB

Dampak bencana antara lain kembali memutus akses pada Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren.

Kementerian PU Petakan Infrastruktur Terdampak Banjir dan Longsor di Gayo Lues (Foto: dok PUPR)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memetakan sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama sepekan sejak 9 September 2026.

Dampak bencana antara lain kembali memutus akses pada Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren. Jalan penghubung sementara pada jembatan eksisting tersebut terputus akibat luapan sungai.

Kondisi tersebut menjadi kejadian ketiga yang berdampak terhadap infrastruktur di kawasan tersebut. Sebelumnya, bencana hidrometeorologi terjadi pada November 2025 dan kerusakan kembali terjadi pada jembatan sementara pada Juni 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan akses menjadi prioritas karena jalan dan jembatan berperan penting dalam mendukung distribusi logistik, pelayanan darurat, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

"Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026). 

Selain Jembatan Aih Bobo, Kementerian PU mencatat ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara juga terdampak longsor. Material longsor menutup jalan di tujuh titik, terdiri atas satu titik di kawasan Meloak, empat titik di Durin Daun, dan dua titik di Air Panas.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsor menggunakan excavator, wheel loader, dan backhoe loader untuk memulihkan konektivitas jalan.

Sementara itu, di Jembatan Aih Bobo, tim BPJN Aceh membersihkan puing-puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja atau Armco. Area terdampak juga dipasangi pembatas keselamatan. Untuk sementara, masyarakat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.

Selain penanganan infrastruktur yang rusak atau tertutup material longsor, Kementerian PU mempercepat penyelesaian pembangunan Sabo Dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Gayo Lues.

Pembangunan Sabo Dam ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu sehingga dapat mulai difungsikan meski belum seluruh pekerjaan rampung.

Pekerjaan yang tersisa meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta penambahan tinggi badan Sabo Dam. Namun, pengerjaan masih menghadapi kendala ketersediaan semen.

Kementerian PU memperkirakan masih membutuhkan sekitar 50 ribu sak semen untuk menyelesaikan paket pekerjaan tersebut. Percepatan pengadaan semen mulai dilakukan pada 16 September 2026.

Sabo Dam di DAS Tamiang merupakan bagian dari pembangunan 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam DAS di Aceh, yakni DAS Tripa, Meureudu, Jambo Aye, Peusangan, Tamiang, dan Singkil.

Penanganan tersebut dilakukan bersamaan dengan pemulihan akses jalan dan jembatan untuk mengurangi dampak gangguan konektivitas akibat banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues.

(DESI ANGRIANI)

SHARE